Aspal Sepang Rusak, Pebalap MotoGP Keluhkan Grip Ban Menurun

Jumali
Jumali Sabtu, 31 Oktober 2026 19:07 WIB
Aspal Sepang Rusak, Pebalap MotoGP Keluhkan Grip Ban Menurun

Foto ilustrasi Motogp. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Kondisi aspal Sirkuit Sepang menjadi sorotan dalam sesi latihan bebas MotoGP Malaysia, Jumat (30/10/2026). Permukaan lintasan yang terkelupas membuat serpihan aspal dan batu berhamburan ke arah pebalap. Kondisi tersebut juga disebut mengurangi daya cengkeram ban atau grip.

Kerusakan lintasan tidak hanya mengganggu kenyamanan pebalap, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan selama rangkaian balapan akhir pekan ini. Terlebih, lima insiden kecelakaan tercatat sepanjang sesi latihan Jumat.

Salah satu keluhan paling keras datang dari pebalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio. Ia bahkan menyamakan kondisi lintasan Sepang dengan trek motocross karena banyaknya batu yang terlepas dari permukaan aspal.

Menurut Di Giannantonio, serpihan batu tersebut dapat menghantam tubuh pebalap. Ia mengaku sempat terkena beberapa batu ketika menjalani latihan start di belakang pebalap lain.

“Lintasan ini sekarang seperti trek motocross, kami harus mengenakan pelindung dada. Ada banyak batu yang terlepas dari lapisan aspal. Saya terkena beberapa batu saat melakukan latihan start di belakang pembalap lain," ujarnya.

Ia menilai kondisi aspal yang terkelupas bukan situasi ideal bagi para pebalap motor. Namun, ia belum mengetahui langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut dalam waktu singkat.

“Kondisi aspal yang terkelupas tentu bukan hal yang baik bagi kami para pembalap motor, tetapi memang begitulah keadaannya, dan saya tidak tahu apa yang bisa dilakukan antara hari ini dan besok. Situasinya sama bagi semua orang," katanya.

Keluhan serupa disampaikan pebalap Pramac, Jack Miller. Ia menggambarkan kondisi permukaan lintasan Sepang sebagai sesuatu yang sudah "hancur".

Rekan setim Miller, Augusto Fernandez, juga merasakan penurunan kualitas lintasan. Pengalamannya menjalani sejumlah tes bersama Yamaha di Sepang sepanjang 2026 membuatnya dapat membandingkan kondisi aspal saat ini dengan periode sebelumnya.

“Mengenai kondisi lintasan, menurut saya kondisinya lebih buruk dibandingkan saat tes. Grip tampaknya berkurang, dan performa ban menurun drastis hanya setelah satu atau dua putaran," ujar Fernandez, dilansir dari Crash, Sabtu (31/10/2026).

Fernandez menjelaskan panjangnya lintasan Sepang membuat pebalap harus mengatur penggunaan ban. Jika memacu motor terlalu keras sejak awal, mereka berisiko kehilangan performa ketika memasuki sektor terakhir.

Menurutnya, penurunan daya cengkeram terasa di berbagai bagian sirkuit sehingga para pebalap perlu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan kondisi lintasan.

“Dengan lintasan yang begitu panjang, jika Anda memacu kendaraan terlalu keras sejak awal, Anda bisa menanggung akibatnya di sektor terakhir. Kurangnya grip terasa memengaruhi keseluruhan sirkuit, jadi kami harus terus berupaya dan melihat bagaimana kondisi berkembang besok,” tambahnya.

Fernandez juga menyoroti lapisan aspal yang mulai terlepas. Meski tidak menemukan terlalu banyak bagian bergelombang, kondisi permukaan yang terkelupas tetap menyulitkan pebalap.

“Memang tidak banyak gundukan, tetapi saat bersentuhan dengan aspal, situasinya menjadi sangat sulit. Bahkan, ada bagian aspal yang terlepas. Masalahnya, kondisi ini terus memburuk dari tahun ke tahun,” tuturnya.

Rencana Pengaspalan Ulang Sepang Tak Terlaksana

Sirkuit Sepang sebenarnya dijadwalkan menjalani pengaspalan ulang sebelum MotoGP Malaysia tahun ini. Namun, rencana tersebut tidak terlaksana.

Persiapan untuk menggelar balapan Formula 1 pada Oktober diduga ikut memengaruhi rencana pengaspalan ulang. Selain itu, penggunaan lintasan oleh mobil F1 disebut memperparah kerusakan lapisan aspal.

Masalah permukaan lintasan bukan kali pertama mengganggu penyelenggaraan MotoGP musim ini. Grand Prix Brasil di Sirkuit Goiania yang telah diperbarui sebelumnya juga menghadapi persoalan kerusakan aspal cukup parah.

Kondisi tersebut membuat MotoGP memutuskan memangkas jarak balapan Grand Prix Brasil menjelang perlombaan. Opsi serupa berpotensi dipertimbangkan apabila kerusakan aspal di Sepang terus memburuk.

Lima Kecelakaan Terjadi Saat Latihan Jumat

Kerusakan permukaan lintasan Sepang juga dikhawatirkan mengganggu agenda balapan akhir pekan ini, terutama sesi kualifikasi. Pada sesi latihan Jumat, tercatat lima insiden kecelakaan.

Tiga dari lima insiden tersebut terjadi dalam lima menit terakhir sesi latihan, ketika para pebalap menggunakan ban lunak baru.

Kondisi ini membuat kualitas aspal menjadi perhatian penting menjelang sesi berikutnya. Selain memengaruhi strategi penggunaan ban dan kecepatan motor, serpihan batu yang terlempar dari permukaan lintasan juga menjadi risiko bagi keselamatan pebalap.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online