Jorge Martin Kembali Pimpin Klasemen MotoGP, Ungkap Masalah Ban

Jumali
Jumali Selasa, 13 Oktober 2026 22:17 WIB
Jorge Martin Kembali Pimpin Klasemen MotoGP, Ungkap Masalah Ban

Jorge Martin/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Jorge Martin kembali memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 setelah finis ketiga dalam balapan utama Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (11/10/2026). Hasil tersebut membuat pembalap Aprilia Racing itu unggul dua poin atas Marc Marquez saat kejuaraan menyisakan lima seri.

Martin mengumpulkan 355 poin, sedangkan Marquez berada di posisi kedua dengan 353 poin. Keduanya kembali bersaing ketat setelah Marquez memenangi Sprint Race pada Sabtu (10/10/2026), yang sempat menggeser Martin dari puncak klasemen. 

Meski kembali memimpin klasemen, Martin mengakui masih kesulitan menyamai kecepatan rekan setimnya, Marco Bezzecchi, dan Raul Fernandez dari Trackhouse sepanjang akhir pekan di Mandalika. Ia pun menilai finis ketiga sudah sesuai dengan targetnya.

“Sejujurnya, target saya hari ini adalah finis di posisi ketiga. Sepanjang akhir pekan, Raul dan Marco selangkah lebih unggul dari saya. Saya berusaha memperbaiki gaya balap dan kecepatan saya, dan saya telah mengerahkan kemampuan maksimal. Saya senang dengan hasil itu,” ujar Martin, dikutip dari Crash, Selasa (13/10/2026).

Martin mengawali balapan utama dari posisi keenam. Ia kemudian melewati Marc Marquez pada lap ketiga untuk naik ke urutan ketiga dan mempertahankan posisi tersebut hingga menyentuh garis finis.

Bezzecchi keluar sebagai pemenang setelah menyalip Fernandez pada sembilan lap tersisa. Fernandez finis kedua, sedangkan Martin mengamankan podium ketiga. Ai Ogura melengkapi dominasi Aprilia dengan menempati posisi keempat.

Masalah Tekanan Ban Jadi Evaluasi Martin

Hasil balapan utama itu sekaligus menjadi respons Martin setelah kehilangan peluang meraih hasil lebih baik dalam Sprint Race. Pada sesi tersebut, ia sempat berada di posisi depan setelah Bezzecchi dan Fernandez terjatuh di Tikungan 1. Namun, persoalan tekanan ban membuat Martin kehilangan posisi dan harus puas finis keempat.

Pengalaman tersebut turut memengaruhi pendekatan tim saat menyiapkan motor untuk balapan utama. Martin mengakui pengaturan tekanan ban yang terlalu konservatif membuatnya kesulitan ketika melewati tikungan.

“Menurut saya, hari ini kami bermain terlalu aman, tekanan ban saya terlalu tinggi dan saya sangat kesulitan saat melibas tikungan,” katanya.

Meski menghadapi kendala tersebut, Martin tetap puas karena mampu mengamankan podium sekaligus kembali ke puncak klasemen. Ia menilai performanya terus membaik dan siap menghadapi persaingan pada seri-seri berikutnya.

“Hari ini adalah hari yang luar biasa. Kami berhasil merebut kembali posisi puncak klasemen, masih ada lima balapan tersisa. Namun, saya merasa semakin cepat dan siap untuk bersaing,” ujarnya.

Martin Bidik Hasil Positif di Lima Seri Tersisa

Podium di Mandalika juga memperpanjang catatan Martin yang selalu finis di tiga besar dalam tiga balapan beruntun. Sebelum menempati posisi ketiga di Indonesia, ia meraih posisi kedua di Austria dan Jepang.

Martin mengaku senang dengan konsistensi tersebut dan optimistis dapat mempertahankan kecepatannya hingga akhir musim.

“Saya senang bisa meraih podium ketiga berturut-turut bersama Aprilia. Rasanya luar biasa. Saya yakin akan tampil cepat di semua balapan mendatang,” tuturnya.

Ia juga merasa lebih percaya diri setelah melewati sejumlah seri yang semula diperkirakan bakal sulit. Menurut Martin, pengalaman tersebut membuatnya semakin siap menghadapi tantangan berikutnya.

“Tentu saja, ada balapan-balapan di mana saya mengira akan kesulitan, dan memang saya sempat kesulitan. Sekarang saya merasa tidak akan kesulitan lagi, saya akan sangat kompetitif dan benar-benar fokus pada apa yang akan datang,” katanya.

Dengan selisih hanya dua poin dari Marquez, Martin harus menjaga konsistensi dalam lima seri tersisa jika ingin mempertahankan posisi teratas. Seri berikutnya adalah Grand Prix Australia yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online