Persijap Pecat Mario Lemos Usai Dibantai Bali United 1-6

Jumali
Jumali Kamis, 15 Oktober 2026 15:37 WIB
Persijap Pecat Mario Lemos Usai Dibantai Bali United 1-6

Logo BRI Super League. - Ist

Harianjogja.com, JOGJA— Persijap Jepara memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Mario Lemos setelah tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu menelan kekalahan telak 1-6 dari Bali United pada lanjutan Super League. Keputusan tersebut diambil manajemen setelah melakukan evaluasi terhadap performa tim yang kini terpuruk di posisi ke-17 klasemen sementara dengan raihan nol poin.

Sebagai langkah berikutnya, Persijap menunjuk asisten pelatih Antonio Claudio untuk menjalankan tugas sebagai pelatih caretaker selama masa transisi. Perubahan di kursi kepelatihan ini menjadi bagian dari upaya manajemen membenahi tim agar dapat kembali berprestasi dan bertahan di kompetisi Super League musim ini.

Pengumuman berakhirnya kerja sama dengan Mario Lemos disampaikan melalui akun Instagram resmi Persijap Jepara. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Kamis (15/6/2026) tersebut, manajemen menjelaskan bahwa keputusan diambil setelah mengevaluasi kekalahan 1-6 dari Bali United.

"Persijap Jepara resmi mengakhiri kerja sama dengan Mario Lemos sebagai pelatih kepala setelah melalui evaluasi manajemen menyusul kekalahan 1-6 dari Bali United," demikian pernyataan resmi Persijap lewat akun Instagram resminya, Kamis (15/6/2026).

Kekalahan Beruntun Membuat Persijap Terpuruk

Kekalahan dari Bali United pada Sabtu (10/10) lalu memperpanjang catatan buruk Persijap Jepara pada awal musim Super League. Hasil tersebut membuat Laskar Kalinyamat menelan kekalahan dalam empat pertandingan secara beruntun.

Rentetan hasil negatif itu turut memengaruhi posisi Persijap di klasemen sementara. Tim asal Jepara tersebut berada di peringkat ke-17 dengan raihan nol poin, sebagaimana disebutkan dalam naskah sumber.

Situasi tersebut menjadi latar evaluasi manajemen terhadap tim dan posisi Mario Lemos sebagai pelatih kepala. Setelah kekalahan telak dari Bali United, Persijap akhirnya mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih tersebut.

Manajemen menyatakan perubahan itu merupakan bagian dari upaya pembenahan untuk menjaga arah perjalanan klub selama kompetisi musim ini. Keputusan tersebut juga disebut mempertimbangkan kebutuhan Persijap ke depan, termasuk target untuk kembali berprestasi dan mempertahankan tempat di Super League.

"Keputusan ini merupakan bagian dari evaluasi dan pembenahan tim demi menjaga arah perjalanan Persijap Jepara dalam menghadapi kompetisi musim ini, dan juga merupakan bagian dari dinamika profesional dalam sepak bola dengan mempertimbangkan kebutuhan klub ke depan," jelas Persijap.

Antonio Claudio Pimpin Persijap Selama Masa Transisi

Setelah mengakhiri kerja sama dengan Mario Lemos, Persijap menyiapkan Antonio Claudio untuk mengambil alih tugas kepelatihan sementara. Sebelumnya, Antonio menjabat sebagai asisten pelatih di klub tersebut.

Penunjukan Antonio sebagai caretaker diumumkan langsung oleh manajemen dalam pernyataan yang sama. Ia akan memimpin tim selama masa transisi setelah perubahan di posisi pelatih kepala.

"Selanjutnya, Antonio Claudio yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih akan ditunjuk sebagai caretaker untuk memimpin tim selama masa transisi," pungkas Persijap.

Pergantian pelatih ini berlangsung ketika Persijap masih berjuang memperbaiki posisinya di klasemen Super League. Manajemen telah menyatakan bahwa evaluasi dan pembenahan dilakukan untuk menjaga peluang klub kembali berprestasi serta bertahan di kompetisi musim ini.

Dengan Antonio Claudio sebagai caretaker, Persijap memasuki masa transisi kepelatihan setelah empat kekalahan beruntun. Sementara itu, alasan resmi yang disampaikan manajemen terkait berakhirnya kerja sama dengan Mario Lemos adalah evaluasi setelah kekalahan 1-6 dari Bali United dan kebutuhan pembenahan tim untuk menghadapi kompetisi musim ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online