Radithya Juara Dunia Junior 2026, Kalahkan Fardhan di Final

Jumali
Jumali Sabtu, 17 Oktober 2026 21:17 WIB
Radithya Juara Dunia Junior 2026, Kalahkan Fardhan di Final

Radithya Bayu Wardhana/ Instagram: Badminton.Ina

Harianjogja.com, JOGJA—Radithya Bayu Wardhana menjadi juara tunggal putra Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 setelah mengalahkan rekan senegaranya, Fardhan Rainanda Joe, dalam final di Cairo International Stadium, Mesir, Sabtu (17/10/2026) malam. Kemenangan tersebut memastikan gelar juara dunia junior nomor tunggal putra menjadi milik Indonesia.

Dalam pertandingan bertajuk all Indonesian final itu, Radithya menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 15-9, 11-15, 15-8. Duel dua wakil Merah Putih tersebut berlangsung ketat, terutama pada gim kedua ketika Fardhan mampu bangkit setelah kehilangan gim pembuka.

Hasil ini juga menjadi catatan bersejarah bagi bulu tangkis Indonesia. Untuk pertama kalinya, dua pemain Indonesia bertemu dalam final tunggal putra Kejuaraan Dunia Junior BWF sejak turnamen tersebut pertama kali digelar pada 1992.

Sebelumnya, Indonesia baru satu kali meraih gelar juara dunia junior tunggal putra, yakni melalui Alwi Farhan pada 2023. Saat itu, Alwi mengalahkan wakil China, Hu Zhean, untuk merebut gelar.

Radithya unggul sejak gim pertama

Radithya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Setelah kedua pemain bermain imbang 3-3, ia mampu merebut sejumlah poin secara beruntun dan memperlebar jarak menjadi 11-3.

Fardhan kemudian berusaha mengejar ketertinggalan dengan mencetak empat poin beruntun. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan. Setelah skor berubah menjadi 11-7, kedua pemain saling berbalas poin hingga Radithya menutup gim pertama dengan kemenangan 15-9.

Memasuki gim kedua, Fardhan langsung memberikan perlawanan. Radithya memang membuka angka lebih dahulu, tetapi Fardhan merespons dengan empat poin beruntun untuk mengambil alih kendali permainan.

Radithya kemudian berusaha menghentikan laju lawannya. Ia berhasil mengejar ketertinggalan hingga kedudukan kembali imbang 6-6. Persaingan berlanjut ketat karena kedua pemain bergantian memperoleh poin.

Setelah skor sama kuat 7-7, Radithya sempat berbalik unggul dan menjauh menjadi 9-7. Pukulan smes Fardhan yang melebar kembali menambah keunggulan Radithya menjadi 10-7.

Namun, Fardhan tidak kehilangan fokus. Ketika Radithya berada dalam tekanan dan melakukan sejumlah kesalahan, Fardhan mampu menyamakan kedudukan menjadi 10-10.

Persaingan semakin ketat saat skor mencapai 11-11. Fardhan kemudian merebut poin secara beruntun dan mengamankan gim kedua dengan kemenangan 15-11. Hasil tersebut membuat pertandingan harus berlanjut ke gim penentuan.

Radithya bangkit pada gim penentuan

Pada gim ketiga, Radithya tampil lebih siap dan langsung menekan lawannya. Ia memimpin 2-0 sebelum memperlebar jarak menjadi 6-1.

Fardhan tetap berusaha mengejar. Dari posisi tertinggal 3-8, ia mengumpulkan poin demi poin untuk memperkecil selisih angka. Setelah Fardhan mencapai poin ketujuh, Radithya kembali menambah angka dan memperbesar keunggulan dari 8-7 menjadi 10-7.

Fardhan sempat memperoleh satu poin tambahan. Namun, Radithya kemudian melesat dengan mencetak lima poin beruntun untuk memastikan kemenangan 15-8 pada gim ketiga.

Kemenangan itu mengantarkan Radithya ke podium tertinggi Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 sektor tunggal putra. Sementara itu, Fardhan harus puas menjadi runner-up setelah melalui final sesama pemain Indonesia yang mencatatkan sejarah baru bagi sektor tersebut.

Keberhasilan Radithya sekaligus memperpanjang catatan Indonesia sebagai negara yang mampu melahirkan juara tunggal putra di level dunia junior, setelah sebelumnya Alwi Farhan merebut gelar pada 2023.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online