25 SSB Ramaikan Liga Anak Sleman, Kompetisi Berakhir Januari 2027

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Rabu, 21 Oktober 2026 12:27 WIB
25 SSB Ramaikan Liga Anak Sleman, Kompetisi Berakhir Januari 2027

Sepak bola - Ilustrasi/StockCake

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 25 sekolah sepak bola (SSB) mengikuti Liga Anak Sleman 2026 yang mulai bergulir pada Sabtu (17/10/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga sekitar 10 Januari 2027. Kompetisi kelompok usia U-10 dan U-12 ini menjadi bagian dari upaya pembinaan pemain muda sekaligus regenerasi sepak bola di Kabupaten Sleman.

Liga yang diselenggarakan dengan format setengah kompetisi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para pemain usia dini untuk mengembangkan kemampuan dan mendapatkan pengalaman bertanding. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada keterampilan bermain, tetapi juga pembentukan mental dan karakter anak melalui olahraga.

Ketua Askab PSSI Sleman, Deny Ardianta, mengatakan Liga Anak Sleman menjadi ruang bagi pemain muda untuk belajar dan berkembang sekaligus mempersiapkan masa depan sepak bola daerah.

“Liga Anak Sleman ini menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, berkembang, dan bermimpi. Selain itu, menjadi bagian dari upaya membentuk ekosistem yang sehat dalam melahirkan pemain-pemain berkualitas, karena masa depan sepak bola Sleman butuh regenerasi dan merekalah masa depan sepak bola Sleman,” katanya, Minggu (18/10/2026).

Bupati Sleman tekankan sportivitas dan karakter

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menilai pembinaan olahraga sejak usia dini penting untuk menyiapkan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki semangat berkompetisi secara positif.

Menurutnya, kompetisi sepak bola usia dini tidak seharusnya hanya berorientasi pada hasil pertandingan. Proses pembinaan juga perlu menanamkan nilai-nilai yang dapat membentuk karakter anak dalam kehidupan sehari-hari.

“Kompetisi ini tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan sikap menghargai lawan,” katanya.

Harda berharap penyelenggaraan Liga Anak Sleman 2026 dapat menghasilkan bibit atlet potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Kabupaten Sleman melalui sepak bola.

Ia juga mengapresiasi Askab PSSI Sleman, jajaran sponsor, serta masyarakat pecinta sepak bola yang turut mendukung pembinaan pemain usia dini.

Pemerintah Kabupaten Sleman, lanjutnya, berkomitmen mendorong pengembangan olahraga dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, klub, pelatih, orang tua, hingga masyarakat.

Dukungan tersebut dinilai diperlukan agar pembinaan atlet berlangsung secara berkelanjutan dan mampu menciptakan generasi muda yang sehat, tangguh, serta berprestasi.

Tiga pemain PSS Sleman hadir di pembukaan

Pembukaan Liga Anak Sleman 2026 juga dihadiri tiga pemain PSS Sleman, yakni Frederic Injai, Moussa Bagayoka, dan Stefan Ashkovski. Mereka hadir untuk menyapa para peserta di Lapangan Ahmad Zaeni.

Kehadiran para pemain tersebut menambah antusiasme anak-anak dalam mengikuti seremoni pembukaan kompetisi.

Melalui liga ini, para pemain muda diharapkan memperoleh kesempatan untuk mengasah keterampilan, menambah pengalaman bertanding, dan mempersiapkan diri menghadapi jenjang kompetisi sepak bola berikutnya.

Dengan melibatkan 25 SSB dalam kelompok usia U-10 dan U-12, Liga Anak Sleman 2026 menjadi salah satu wadah pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Sleman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online