Sekarang Giliranmu, Ucapan Kim Kurniawan Sebelum Fornazari Cetak Gol untuk PSS
Kim Kurniawan mencetak dua asis saat PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Ia mengungkap ucapan “sekarang giliranmu” kepada Matheus Fornazari.
Pesepak bola PSS Sleman Gustavo Henrique (kiri) menendang bola dengan dibayangi pesepak bola Persebaya Surabaya Gledson Paixao (kedua kiri) dalam pertandingan BRI Super League 2026â??2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026). Pertandingan berakhir imbang dengan skor 2-2./Antara-Rizal Hanafi/kye
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman memilih tetap berada di Surabaya untuk mematangkan persiapan dan menjaga kebugaran pemain menjelang laga tandang melawan Persik Kediri, Kamis (22/10/2026). Keputusan tersebut diambil agar tim memiliki waktu pemulihan lebih panjang sekaligus menghemat tenaga setelah menjalani pertandingan sebelumnya.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, menjelaskan timnya sebenarnya memiliki opsi untuk kembali ke Sleman setelah menghadapi Persebaya pada Minggu (18/10/2026).
Namun, pilihan tersebut akan membuat pemain menempuh perjalanan selama 5-6 jam dari Surabaya menuju Sleman. Sementara itu, sehari setelahnya, tim harus kembali melakukan perjalanan menuju Kediri yang memakan waktu sekitar empat jam.
"Kami punya pilihan untuk kembali ke Jogja, perjalanan 5-6 jam dan kemudian kami harus pergi, setelah satu hari kami harus pergi ke Kediri, itu perjalanan 4 jam lagi," ungkap Huistra pada Selasa (20/10/2026).
PSS Sleman Prioritaskan Pemulihan Pemain
Dengan mempertimbangkan waktu perjalanan yang harus ditempuh, Huistra menilai bertahan di Surabaya menjadi pilihan yang lebih tepat bagi tim.
Dari Surabaya, perjalanan menuju Kediri relatif lebih singkat dibandingkan jika tim harus kembali terlebih dahulu ke Sleman. PSS dijadwalkan menghadapi Persik Kediri pada Kamis (22/10/2026) di Stadion Brawijaya.
Selain menghemat waktu perjalanan, keputusan tersebut memungkinkan para pemain mendapatkan waktu istirahat lebih panjang. Tim juga dapat menjalani latihan dan sejumlah persiapan di Surabaya sebelum bertolak ke markas Persik Kediri.
Huistra menegaskan keputusan untuk tidak kembali ke Sleman diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan pemulihan pemain dan efektivitas persiapan menghadapi pertandingan berikutnya.
"Jadi kami memutuskan bahwa lebih profesional untuk beristirahat di Surabaya, untuk menjalani latihan yang baik di Surabaya, dan untuk pemulihan yang lebih cepat, untuk persiapan yang lebih baik. Kami memutuskan untuk tinggal di Surabaya," tegasnya.
Dengan tetap berada di Surabaya, PSS Sleman berharap persiapan berjalan lebih optimal sehingga pemain dapat menghadapi Persik Kediri dengan kondisi fisik yang lebih terjaga. “Dengan bertahan di Surabaya, PSS Sleman berharap para pemain memiliki waktu pemulihan yang cukup dan dapat menjalani latihan secara optimal sebelum menghadapi Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kamis (22/10/2026).”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kim Kurniawan mencetak dua asis saat PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Ia mengungkap ucapan “sekarang giliranmu” kepada Matheus Fornazari.
Bantul mencatat HTH terpanjang di Indonesia selama El Nino 2026. Pemkab telah menyalurkan 6,6 juta liter air bersih ke wilayah terdampak.
Ratusan massa bertahan di DPRD DIY hingga petang dalam aksi kritik dua tahun Prabowo-Gibran. Situasi memanas saat massa mencoba mendobrak pintu.
DPRD Bantul mendorong UMK 2027 mendekati Kebutuhan Hidup Layak Rp4,5 juta dengan mempertimbangkan kondisi pekerja dan kemampuan perusahaan.
DPUPKP Kota Jogja memetakan titik rawan genangan di Jambon, XT Square, Giwangan hingga Jogokaryan untuk mengantisipasi hujan deras.
Bareskrim menetapkan lima tersangka kasus blackout Batam-Bintan yang dipicu korsleting di Trafo 1 GI Sei Harapan, dengan kerugian Rp57,3 miliar.