PSS Sleman Siapkan Sleman Style untuk Hadapi PSM Makassar
PSS Sleman mematangkan fisik dan taktik selama jeda internasional tiga pekan. Pieter Huistra ingin Sleman Style terlihat saat melawan PSM Makassar.
Kim Kurniawan / Instagram: PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Ucapan “sekarang giliranmu” dari Kim Kurniawan kepada Matheus Fornazari menjadi cerita di balik gol ketiga PSS Sleman saat menghadapi PSM Makassar. Tak lama setelah percakapan singkat itu, Kim mengirimkan umpan silang yang dituntaskan Fornazari menjadi gol pada menit 90+2.
PSS menutup pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Minggu (11/10/2026), dengan kemenangan 3-0. Kim yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-63 menyumbang dua asis, masing-masing untuk gol kedua Hiromu Tanaka dan gol penutup Fornazari.
Gol kedua PSS tercipta pada menit ke-85. Kim mengirimkan bola ke area kotak penalti yang kemudian dimanfaatkan Tanaka untuk menggandakan keunggulan tuan rumah.
Lima menit lebih setelah itu, Kim kembali menunjukkan kontribusinya. Kali ini, umpan silang terukurnya mengarah kepada Fornazari yang berhasil melepaskan diri dari kawalan pemain lawan. Striker jangkung tersebut menyambut bola dengan tandukan yang mengarah ke sisi kanan gawang PSM.
Dua asis itu membantu PSS mengamankan kemenangan setelah tim berjuluk Super Elja tersebut melewati tiga pertandingan sebelumnya dengan hasil yang kurang memuaskan.
Kim mengaku bersyukur dapat membantu PSS meraih tiga poin. Menurut dia, kemenangan tersebut penting bagi tim setelah mengawali kompetisi dengan hasil yang belum sesuai harapan.
“Ya, paling penting kita ambil tiga poin tadi. Kita tahu kita mengalami start yang kurang baik dengan tiga pertandingan kemarin. Jadi, pertandingan tadi kita sudah sedikit under pressure, tapi semangat dari teman-teman luar biasa hari ini dan kita cukup mendominasi pertandingan tadi,” tutur Kim seusai laga, Minggu malam.
Gelandang senior itu juga berharap performa PSS terus membaik setelah kemenangan atas PSM. Baginya, kontribusi individu tidak lebih penting daripada keberhasilan tim mendapatkan poin penuh.
“Puji Tuhan, saya juga bisa membantu tim dan ya kita hanya senang kita bisa mendapatkan tiga poin sore ini dan mudah-mudahan ke depannya semakin baik,” ujarnya.
Kim kemudian menceritakan hubungannya dengan Fornazari yang menurutnya sudah terbangun sejak striker asal Brasil tersebut datang ke Sleman. Ia merasa memiliki koneksi yang baik dengan pemain yang memiliki tinggi badan 2,03 meter itu.
“Ya, jujur aja, aku sama Matheus ini sebenarnya dari awal dia datang sudah enggak tahu kenapa dapat chemistry yang cukup oke gitu. Karena dia kan tinggi gitu, superior dalam bola atas gitu yang kita semuanya tahu,” katanya.
Keunggulan Fornazari dalam duel udara membuat Kim berusaha mengarahkan umpan agar dapat dijangkau rekannya tersebut. Ia percaya Fornazari memiliki kemampuan untuk mengubah peluang menjadi gol ketika menerima bola di posisi yang tepat.
“Jadi pas ada kesempatan itu saya melihat dia di dalam, di pikiran saya pokoknya bolanya harus mencapai Matheus gitu. Pokoknya Matheus dapat bola itu aku yakin dia mencetak gol,” ungkap Kim.
Keyakinan tersebut terbukti pada penghujung pertandingan. Umpan Kim mencapai Fornazari dan diselesaikan dengan sundulan yang memastikan kemenangan PSS menjadi 3-0.
“Jadi, puji Tuhan bolanya sampai ke dia dan dia bisa mencetak gol,” ujarnya.
Ada cerita tersendiri sebelum Fornazari mencetak gol. Kim mengaku sempat menghampiri rekannya setelah PSS menggandakan keunggulan melalui Tanaka pada menit ke-85.
Dalam kesempatan itu, Kim menyampaikan bahwa giliran Fornazari untuk mencetak gol.
“Kebetulan setelah gol kedua itu saya datang ke dia dan bilang ‘sekarang giliranmu’ ke si Matheus gitu untuk cetak gol gitu,” kata Kim.
Fornazari kemudian benar-benar mencetak gol setelah menerima umpan Kim pada menit 90+2. Kim pun senang melihat rekannya mendapat kesempatan mencatatkan namanya di papan skor.
“Akhirnya dia mencetak gol, jadi aku senang buat dia karena dia pantas mendapatkan pujian itu,” tandasnya.
Dua asis dalam kemenangan atas PSM juga memiliki makna pribadi bagi Kim. Ia mempersembahkan kontribusinya untuk istri dan anak-anaknya yang terus memberikan dukungan, termasuk anak-anaknya yang mulai menyukai sepak bola.
“Ya, pastinya untuk anak-anak saya, untuk istri saya, anak-anak saya sekarang mulai suka sepak bola,” pungkas Kim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman mematangkan fisik dan taktik selama jeda internasional tiga pekan. Pieter Huistra ingin Sleman Style terlihat saat melawan PSM Makassar.
KPK membenarkan OTT ke-22 pada 2026 yang berkaitan dengan BNPB. BNPB menyatakan pelayanan publik dan operasional lembaga tetap berjalan normal.
Xiaomi 18 Fold memimpin daftar AnTuTu September 2026 dengan skor 4,62 juta poin. Simak 10 HP flagship Android teratas dan chipsetnya.
Hujan meteor Orionid mencapai puncak 21–22 Oktober 2026. Simak waktu terbaik, pengaruh cahaya Bulan, dan cara mengamatinya.
Kim Kurniawan mencetak dua asis saat PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Ia mengungkap ucapan “sekarang giliranmu” kepada Matheus Fornazari.
Jorge Martin kembali memimpin klasemen MotoGP 2026 setelah finis ketiga di Mandalika. Ia unggul dua poin atas Marc Marquez dan menyoroti tekanan ban.