Persijap Tunjuk Lagi Juan Cortes, Misi Keluar dari Dasar Klasemen

Jumali
Jumali Kamis, 22 Oktober 2026 10:07 WIB
Persijap Tunjuk Lagi Juan Cortes, Misi Keluar dari Dasar Klasemen

Juan Cortes/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Persijap Jepara kembali menunjuk Juan Cortes sebagai pelatih kepala untuk menghadapi lanjutan BRI Super League 2026/2027. Keputusan yang diumumkan pada Rabu (21/10/2026) malam itu diambil ketika Laskar Kalinyamat belum meraih satu pun poin dari enam pertandingan.

Juan kembali menempati posisi yang sebelumnya pernah ia pegang pada awal musim. Sebelum penunjukan terbaru ini, pelatih asal Spanyol tersebut menjabat direktur teknik setelah posisinya sebagai pelatih kepala digantikan Mario Lemos.

Persijap kemudian berpisah dengan Mario pada 15 Oktober 2026. Untuk sementara, tim ditangani Antonio Claudio yang sebelumnya menjadi asisten pelatih.

Penunjukan Juan menjadi upaya manajemen menjaga kesinambungan tim di tengah hasil yang belum sesuai harapan. Namun, tantangan terbesarnya adalah memperbaiki performa Persijap yang sudah enam kali kalah secara beruntun.

Persijap Terpuruk Setelah Enam Kekalahan

Kekalahan terbaru Persijap terjadi saat menghadapi Dewa United Banten FC pada pekan keenam Super League. Bermain di Banten International Stadium, Serang, Selasa (20/10/2026) malam, Persijap kalah 0-2 setelah mampu menahan tuan rumah tanpa gol pada babak pertama.

Dua gol Dewa United tercipta pada babak kedua melalui Nick Kuipers pada menit ke-79 dan Pedro Cabral Carvalho pada menit ke-90+2. Hasil itu membuat Persijap kembali gagal mengamankan poin.

Berdasarkan data kompetisi setelah pertandingan tersebut, Persijap berada di posisi ke-18 atau dasar klasemen sementara. Tim asal Jepara itu belum memperoleh poin dari enam laga yang telah dijalani.

Catatan tersebut menjadi pekerjaan besar bagi Juan. Persijap perlu membenahi permainan sekaligus memulihkan kepercayaan diri pemain agar dapat bersaing dengan tim-tim lain pada pekan berikutnya.

Juan Cortes Kembali Menangani Tim

Pergantian pelatih di Persijap berlangsung beberapa kali sejak awal musim. Juan Cortes semula ditunjuk sebagai pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi 2026/2027, tetapi setelah dua pertandingan awal, manajemen menggesernya ke posisi direktur teknik dan mengembalikan Mario Lemos sebagai pelatih kepala.

Setelah Mario meninggalkan klub, Antonio Claudio memimpin tim dalam masa transisi. Kini, manajemen kembali memberikan tanggung jawab kepada Juan untuk mengisi kursi pelatih kepala.

Manajemen menyebut keputusan tersebut sebagai upaya mempertahankan kesinambungan program yang telah berjalan. Pemahaman Juan terhadap karakter pemain dan dinamika internal klub diharapkan membantu menjaga koordinasi antara pemain, staf pelatih, dan manajemen.

“Juan diharapkan mampu menjaga soliditas skuad dan memastikan seluruh elemen tim tetap fokus menghadapi pertandingan demi pertandingan,” demikian keterangan resmi manajemen Persijap.

Pernyataan tersebut menegaskan harapan klub agar tim tetap kompak saat menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya. Meski demikian, penunjukan pelatih saja belum menjamin perubahan hasil; Persijap tetap harus membuktikan perbaikannya di lapangan.

Tantangan Berat Menanti Laskar Kalinyamat

Bagi suporter Persijap, persoalan utama saat ini bukan hanya pergantian sosok pelatih, tetapi juga kapan tim bisa meraih poin pertamanya. Enam kekalahan beruntun membuat setiap pertandingan berikutnya penting untuk menghentikan tren negatif.

Juan perlu mencari solusi agar Persijap lebih efektif memanfaatkan peluang dan mampu mempertahankan konsentrasi selama 90 menit. Laga melawan Dewa United memperlihatkan tim masih dapat menjaga skor tetap imbang pada babak pertama, tetapi akhirnya kebobolan setelah jeda.

Perbaikan pertahanan, efektivitas serangan, serta kesiapan mental pemain akan menjadi bagian penting dari pekerjaan pelatih baru. Hasil pertandingan mendatang akan menjadi tolok ukur awal apakah perubahan di kursi kepelatihan mampu membawa Persijap keluar dari tekanan.

Dengan kompetisi yang masih berjalan, peluang memperbaiki posisi tetap terbuka. Namun, Persijap membutuhkan hasil nyata untuk mengubah situasi, bukan sekadar pergantian jabatan di dalam tim.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online