Viral Video soal Mao Zedong, Kylian Mbappe Kehilangan Sponsor di China

Jumali
Jumali Jum'at, 30 Oktober 2026 12:37 WIB
Viral Video soal Mao Zedong, Kylian Mbappe Kehilangan Sponsor di China

Kylian Mbappe./Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Kylian Mbappe menghadapi dampak komersial setelah komentarnya mengenai pendiri Republik Rakyat China, Mao Zedong, menuai kontroversi. Sejumlah perusahaan asal China memutus kerja sama dengan bintang sepak bola Prancis tersebut setelah potongan wawancaranya viral di media sosial.

Kontroversi itu bermula dari wawancara Mbappe dalam program televisi Prancis, The Bridge, yang tayang pada April lalu. Dalam tayangan tersebut, Mbappe mengaku terhibur dengan meme yang menampilkan wajahnya ditempelkan secara digital pada tubuh Mao Zedong.

Mbappe menyebut Mao sebagai sosok yang diduga diktator China. Ia juga mengungkapkan bahwa meme tersebut kerap digunakannya saat berkomunikasi dengan teman-teman melalui internet.

Pernyataan itu kemudian memicu reaksi di China. Dampaknya tidak hanya muncul di ruang digital, tetapi juga merembet ke hubungan komersial Mbappe dengan sejumlah perusahaan di negara tersebut.

Pihak penyelenggara program The Bridge menyampaikan permintaan maaf pada Rabu (28/10). Mereka menyesalkan video yang diunggah pada Senin sebelumnya telah menyinggung masyarakat China dan sejumlah negara lain.

"Kami dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang merasa terluka atau tersinggung, serta kepada Kylian, para mitranya, dan lembaga mana pun yang hubungannya dengan China dan masyarakat China mungkin terdampak," demikian pernyataan resmi acara tersebut, dikutip dari ABC Australia.

Mbappe juga menyampaikan permintaan maaf pada Selasa malam (27/10). Ia mengakui komentarnya tidak dipertimbangkan dengan baik dan menyadari perkataannya telah menyakiti banyak orang di China maupun komunitas China di berbagai negara.

"Komentar saya tidak dipertimbangkan dengan baik. Kini saya memahami bahwa perkataan tersebut telah menyakiti banyak orang di China dan komunitas China di seluruh dunia. Hal itu sama sekali bukan maksud saya," kata Mbappe dalam pernyataannya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, turut menanggapi kontroversi tersebut. Ia menilai pernyataan dan tindakan Mbappe telah melukai perasaan masyarakat China.

"Hal itu tentu akan mendapat penolakan bersama dari masyarakat di berbagai kalangan di China," ujarnya.

Sejumlah Sponsor China Hentikan Kerja Sama

Dampak kontroversi tersebut mulai terlihat pada hubungan Mbappe dengan perusahaan-perusahaan China yang sebelumnya menjadikannya sebagai duta merek.

Dongpeng Beverage Group menjadi salah satu perusahaan yang mengumumkan penghentian kerja sama. Perusahaan minuman itu menunjuk Mbappe sebagai duta merek produk minuman elektrolitnya pada April lalu, menjelang Piala Dunia.

Dalam pernyataan resminya, Dongpeng Beverage menegaskan tidak menoleransi tindakan yang dianggap melukai perasaan bangsa China.

"Dongpeng Beverage dengan tegas menentang dan tidak menoleransi segala tindakan yang melukai perasaan bangsa. Terhitung sejak saat ini, kami mengakhiri seluruh kerja sama dengan Kylian Mbappe," demikian pernyataan perusahaan tersebut.

Keputusan serupa juga diambil dua perusahaan susu asal China, Mengniu dan Milkground. Keduanya turut mengumumkan penghentian kerja sama dengan pesepak bola asal Prancis itu.

Siaran La Liga di China Ikut Terdampak

Kontroversi ini juga merambah dunia olahraga. China Media Group (CMG), lembaga yang menaungi stasiun televisi pemerintah CCTV, menyatakan telah memutuskan menghentikan siaran kompetisi La Liga.

La Liga merupakan kompetisi sepak bola dengan nilai komersial terbesar kedua di dunia setelah Liga Primer Inggris.

Sementara itu, indikasi dampak terhadap citra komersial Mbappe juga terlihat di sejumlah saluran penjualan produk olahraga. Saat mengunjungi gerai utama Adidas di kawasan perbelanjaan Sanlitun, Beijing, AFP menemukan jersey Real Madrid masih dipajang dan dijual. Namun, tidak ditemukan jersey yang mencantumkan nama Mbappe.

Meski demikian, produk yang berkaitan dengan Mbappe masih dapat ditemukan di aplikasi belanja Taobao. Barang-barang tersebut antara lain jersey tidak resmi, kupluk, dan topi.

Rangkaian keputusan sponsor dan perkembangan tersebut menunjukkan kontroversi pernyataan Mbappe berpotensi memengaruhi citra komersialnya di pasar China. Meski telah menyampaikan permintaan maaf, sejumlah perusahaan tetap mengambil langkah untuk mengakhiri hubungan bisnis dengan pemain tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online