Pemerintah Aktifkan SIZE untuk Deteksi Dini Penyakit Zoonosis
Pemerintah mengaktifkan SIZE di Jawa-Bali untuk mendeteksi dini penyakit zoonosis melalui integrasi data kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Skuad PSIM Jogja beserta manajer saat menemui ratusan suporter yang meluapkan kekecewaan mereka seusai sesi latihan di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Jumat (30/10/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan suporter PSIM Jogja mendatangi Stadion Mandala Krida, Kota Jogja, Jumat (30/10/2026) sore, untuk menyampaikan dukungan sekaligus meluapkan kekecewaan terhadap performa tim. Mereka meminta Laskar Mataram segera bangkit setelah belum sekalipun meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan awal Super League 2026/2027.
Kedatangan suporter bertepatan dengan sesi latihan PSIM. Seusai latihan, mereka mendekati pinggir lapangan untuk menemui pemain, tim pelatih, hingga manajer dan mempertanyakan hasil buruk yang membuat klub kebanggaan Kota Jogja tersebut terpuruk di papan bawah klasemen.
PSIM saat ini menempati peringkat ke-17 klasemen sementara atau berada di zona degradasi. Dari tujuh pertandingan yang sudah dijalani, Laskar Mataram baru mengoleksi dua poin hasil dua kali imbang dan lima kekalahan.
Hasil imbang tanpa gol ketika bertandang ke markas Isenmulang Kalteng FC pada pertandingan terakhir turut memperpanjang catatan tanpa kemenangan PSIM.
Manajer PSIM Akui Hasil Tujuh Pertandingan Mengecewakan
Di hadapan para suporter, Manajer PSIM, Iksan Mahar, mengakui pencapaian tim sejauh ini belum sesuai harapan. Dia mengatakan buruknya hasil pertandingan juga menjadi beban bagi para pemain.
"Performa kita hari ini, bisa kita lihat di klasemen, baru dua poin dari tujuh pertandingan. Tentu kita sangat terpukul, tidak hanya teman-teman juga, semua pemain juga seperti itu," ujarnya.
Iksan berharap kehadiran suporter dapat menjadi tambahan motivasi bagi skuad Laskar Mataram untuk memperbaiki penampilan. Dia ingin dukungan tersebut menjadi dorongan bagi pemain agar segera menunjukkan perkembangan, terutama menjelang pertandingan kandang melawan Borneo FC.
Menurutnya, kedatangan suporter yang beberapa kali menyambangi tim perlu dilihat dari sisi positif. Hal tersebut menunjukkan besarnya perhatian dan kepedulian mereka terhadap kondisi PSIM.
"Kita coba mengambil dari sisi positif. Yang pada akhirnya pemain tahu bahwa ada tuntutan, kalau kita bisa bilang tuntutan, tapi ini lebih ke dukungan, bagaimana dukungan dari para suporter untuk para pemain ini berbenah diri," kata Iksan.
Dia berharap tuntutan suporter bisa mendorong setiap pemain meningkatkan kualitas permainan, baik secara individu maupun kolektif. Apalagi, PSIM sudah ditunggu sejumlah pertandingan penting dalam waktu dekat yang berpotensi menjadi kesempatan memperbaiki posisi di klasemen.
Cahya Supriadi: Perjuangan PSIM Belum Selesai
Sementara itu, kiper PSIM, Cahya Supriadi, meminta para suporter tidak menganggap perjuangan tim telah berakhir. Menurutnya, kompetisi masih menyisakan banyak pertandingan sehingga peluang untuk memperbaiki keadaan tetap terbuka.
Di hadapan suporter, Cahya menegaskan bahwa seluruh pemain masih berjuang untuk membawa PSIM keluar dari situasi sulit. Dia juga menyebut perjuangan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan pemain, melainkan juga demi Kota Yogyakarta.
"Perjuangan kita belum selesai. Kita masih ada 27 match sekian. Kita juga berjuang, bukan cuma demi kita dapat gaji, tapi demi Kota Yogyakarta," ujar Cahya di hadapan suporter.
PSIM Ditunggu Borneo FC dan Dewa United
Tantangan PSIM untuk keluar dari zona degradasi tidak mudah. Pada pertandingan berikutnya, Laskar Mataram akan menghadapi Borneo FC yang sedang berada dalam kepercayaan diri setelah mengalahkan tuan rumah PSS Sleman dengan skor 2-1 pada laga terakhir.
PSIM dijadwalkan menjamu Borneo FC di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (1/11/2026) sore. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi tim asuhan Laskar Mataram untuk memburu kemenangan perdana di Super League 2026/2027.
Selain menghadapi Borneo FC, PSIM juga akan menjalani pertandingan melawan Dewa United. Iksan berharap para pemain mampu memanfaatkan rangkaian pertandingan tersebut untuk meningkatkan performa sekaligus memperbaiki posisi tim.
Dengan baru mengoleksi dua poin dari tujuh pertandingan, kemenangan atas Borneo FC menjadi salah satu target penting PSIM. Dukungan dan tuntutan ratusan suporter yang disampaikan di Stadion Mandala Krida kini menjadi bagian dari motivasi tim untuk segera mengakhiri tren tanpa kemenangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah mengaktifkan SIZE di Jawa-Bali untuk mendeteksi dini penyakit zoonosis melalui integrasi data kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Kelurahan Gowongan mengedukasi orang tua tentang TBC pada anak sebagai upaya mencegah penularan dan mendukung pencegahan stunting.
Menag Nasaruddin Umar mendorong pesantren menghidupkan tradisi keilmuan Baitul Hikmah dan melahirkan ilmuwan lintas disiplin.
SIM Keliling Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo, Sabtu 31 Oktober 2026, termasuk layanan SIM Keliling di Kapanewon Nanggulan.
Menkeu Suahasil Nazara menyebut belanja negara naik sekitar Rp300 triliun akibat penanganan bencana dan kenaikan harga energi dunia.