Prof Uceng Singgung Sumpah Pemuda dan Serukan Revolusi di Jogja
Prof Uceng mengajak massa aksi mengacungkan tiga jari dan meneriakkan revolusi di Titik Nol Jogja saat demonstrasi, Rabu (28/10/2026).
Manajer PSIM Jogja, Iksan Mahar saat diwawancarai usai sesi latihan tim di Stadion Mandala Krida, Jumat (30/10/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM Jogja telah menentukan sosok pelatih baru untuk menangani Laskar Mataram pada kompetisi Super League. Pengumuman resmi tinggal menunggu penyelesaian sejumlah detail, sementara caretaker Guntur Cahyo Utomo mulai mempersiapkan proses transisi dengan menyerahkan data pemain, rekaman pertandingan, hingga hasil analisis tim kepada pelatih terpilih.
Langkah tersebut dilakukan agar pelatih baru PSIM bisa lebih cepat memahami kondisi internal klub sebelum mulai bekerja secara langsung. Dengan demikian, proses pergantian kepemimpinan tim diharapkan berjalan lebih lancar di tengah upaya Laskar Mataram memperbaiki performa.
Guntur mengatakan seluruh informasi yang dibutuhkan pelatih baru sudah disiapkan dan diserahkan kepada manajemen untuk diteruskan kepada sosok yang akan menggantikannya.
"Semua data, semua informasi, semua kondisi, video pertandingan, video analisis kami, kita sudah setor ke pelatih baru itu. Jadi kurang lebih beliau sudah mulai memahami situasi kita di kondisi ini," kata Guntur, Jumat (30/10/2026).
Manajemen PSIM Tinggal Rampungkan Detail Kontrak Pelatih Baru
Manajer PSIM Jogja, Iksan Mahar, memastikan klub sudah menentukan pilihan pelatih baru. Saat ini, manajemen masih menyelesaikan sejumlah detail sebelum memperkenalkan sosok tersebut secara resmi kepada publik.
"Jadi memang kalau di situasi sekarang, tentu tadi kalau Coach Guntur sudah menyebut itu ya tentu kita sudah menentukan pilihan. Jadi tinggal menunggu pengumuman resmi dan tinggal detail-detail kecil yang kita rampungkan," kata Iksan.
Menurut Iksan, pelatih yang dipilih harus memiliki rekam jejak sesuai kebutuhan klub. Fokus utama manajemen saat ini adalah menjaga posisi PSIM di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Selain pengalaman di kompetisi domestik, manajemen juga mempertimbangkan pemahaman calon pelatih terhadap karakter persaingan sepak bola Asia Tenggara. Aspek geografis dan logistik di kawasan tersebut turut menjadi pertimbangan dalam menentukan sosok yang tepat.
"Kita butuh pelatih yang setidaknya memahami persaingan tidak cuma di Indonesia, tapi juga secara aspek di Asia Tenggara. Jadi kita butuh yang benar-benar setidaknya tidak hanya Indonesia, tapi lingkup Asia Tenggara dia sudah pahami persaingan," ujarnya.
Guntur Siapkan Transisi di Tengah Performa PSIM yang Belum Stabil
Sebelum pelatih baru mengambil alih, Guntur masih bertanggung jawab memimpin persiapan tim. Dia mengaku telah melakukan evaluasi internal untuk memetakan kondisi pemain sekaligus menyiapkan langkah agar PSIM kembali lebih stabil.
Guntur menggambarkan tugasnya saat ini sebagai upaya menjaga kondisi tim agar tidak semakin terpuruk di tengah tekanan hasil pertandingan.
"Tugas saya adalah memimpin kapal ini sementara supaya tidak bocor lebih dalam, tidak oleng lebih dalam karena hantaman badai itu datang dari luar," ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Guntur, PSIM telah menjalani dua pertandingan, tetapi belum berhasil meraih kemenangan. Laskar Mataram kalah dari Bhayangkara FC dan kemudian bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Isenmulang Kalteng FC.
Hasil tersebut memperpanjang catatan PSIM yang belum menang dalam tujuh pertandingan terakhir. Karena itu, laga berikutnya melawan Borneo FC menjadi kesempatan penting untuk menghentikan tren negatif.
"Setelah tren kita drop enam pertandingan, kita agak relatif, ya tidak menang tapi relatif ada sedikit cahaya. Tugas kita adalah memutus tren yang turun itu untuk kembali tidak menjadi tren lagi. Syukur-syukur kita bisa mengangkat menjadi tren yang positif," kata dia.
PSIM Bidik Kebangkitan Saat Menjamu Borneo FC
Guntur kini berupaya memaksimalkan persiapan tim untuk menghadapi Borneo FC. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (1/11/2026).
Laga ini menjadi kesempatan bagi PSIM untuk memburu hasil positif sekaligus memperbaiki kondisi tim sebelum pelatih baru resmi mengambil alih.
Di sisi lain, penyerahan data dan video analisis kepada pelatih terpilih diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi. Pelatih baru nantinya akan menghadapi tantangan untuk membangun kembali performa Laskar Mataram di tengah persaingan Super League.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prof Uceng mengajak massa aksi mengacungkan tiga jari dan meneriakkan revolusi di Titik Nol Jogja saat demonstrasi, Rabu (28/10/2026).
Borneo FC bermodal kemenangan 2-1 atas PSS Sleman jelang menghadapi PSIM Jogja pada pekan kedelapan Super League di Bantul.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Kemenhut menetapkan PT MAP dan PT GAP sebagai tersangka karhutla. Salah satunya merupakan perusahaan PMA asal Singapura.
KPK merespons kode RAMA dalam kasus Silmy Karim. Dalam dakwaan, disebut ada dugaan setoran Rp40 juta setiap pekan untuk seorang menteri.
Nonmuslim bisa menjadi petugas haji di embarkasi dan debarkasi. Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan tujuan kebijakan tersebut.