Marc Marquez Sebut 70 Persen Kemungkinan Pensiun dalam 3 Tahun

Jumali
Jumali Jum'at, 30 Oktober 2026 07:27 WIB
Marc Marquez Sebut 70 Persen Kemungkinan Pensiun dalam 3 Tahun

Pembalap Ducati Marc Marquez. ANTARA/Ducati/am.

Harianjogja.com, JOGJA—Marc Marquez mulai membuka gambaran mengenai masa depannya di MotoGP. Pembalap Ducati Lenovo Team itu mengakui ada kemungkinan dirinya mengakhiri karier balap dalam tiga tahun ke depan, meski belum menentukan kapan tepatnya akan pensiun.

Dalam wawancara dengan Autosport yang dikutip Crash pada Jumat (30/10/2026), Marquez menyebut peluang dirinya pensiun dalam kurun waktu tersebut mencapai 70%. Sementara itu, kemungkinan ia masih aktif membalap berada di angka 30%.

“Kali ini, agak rumit menjawab soal itu (pensiun). Saya tidak tahu persisnya (kapan),” kata Marquez.

“Tapi, jika saya harus menaruh angka, saya akan bilang ada 70% kemungkinan saya sudah pensiun dalam tiga tahun ke depan, dan ada 30% kemungkinan saya masih balapan,” imbuh pembalap asal Spanyol tersebut.

Pernyataan itu memberi gambaran bahwa masa depan Marquez di lintasan balap mulai menjadi pertimbangan serius. Meski demikian, angka yang ia sampaikan bukan pengumuman resmi mengenai tanggal pensiun.

Kontrak Ducati Marquez hingga 2028

Marquez saat ini disebut masih terikat kontrak dengan Ducati Corse hingga 2028. Rumor yang beredar menyebut kesepakatan tersebut menggunakan skema 1+1, yakni kontrak satu tahun dengan opsi perpanjangan untuk satu tahun berikutnya.

Dengan usia yang telah menginjak 33 tahun, pembicaraan mengenai akhir karier Marquez pun semakin menarik perhatian. Namun, durasi kontrak dan usianya tidak serta-merta memastikan kapan ia akan meninggalkan MotoGP.

Keputusan tersebut masih bergantung pada berbagai pertimbangan pribadi dan profesional, termasuk kondisi fisik serta keinginannya untuk terus bersaing di level tertinggi.

Gelar Dunia MotoGP 2025 Mengubah Pandangan Marquez

Salah satu hal yang memengaruhi cara pandang Marquez terhadap masa depannya adalah keberhasilan merebut gelar juara dunia MotoGP 2025.

Gelar tersebut disebut memberikan kedamaian tersendiri setelah ia melewati periode sulit akibat cedera parah yang membekapnya sejak 2020. Perjuangan untuk kembali kompetitif membuat pencapaian itu memiliki arti besar dalam perjalanan kariernya.

Marquez mengakui gelar juara dunia tersebut mengubah cara dirinya memandang masa pensiun. Baginya, kesempatan untuk kembali menjadi juara memang tetap terbuka, tetapi pencapaian tambahan tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Gelar itu mengubah cara saya untuk pensiun ketika waktunya tiba. Dari sini, apakah saya akan memenangi satu (gelar) lagi atau tidak, tidak akan ada bedanya,” ujar Marquez.

Ia ingin mengakhiri karier ketika waktunya tiba dengan perasaan lega, tanpa terbebani tuntutan untuk terus membuktikan diri melalui gelar juara.

“Ketika saya pensiun, saya akan melakukannya sebagai seorang manusia yang bebas, dan berdamai dengan diri sendiri,” tutupnya.

Gelar juara dunia ketujuh di kelas premier tersebut menjadi pencapaian penting bagi Marquez setelah perjuangan panjang menghadapi cedera. Kini, meski peluang pensiun dalam tiga tahun ke depan ia nilai lebih besar, Marquez belum memberikan kepastian mengenai waktu berakhirnya karier di MotoGP.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online