Indonesia Batal ke Yordania, Australia Tetap Lanjutkan Lawatan

Jumali
Jumali Jum'at, 06 November 2026 09:27 WIB
Indonesia Batal ke Yordania, Australia Tetap Lanjutkan Lawatan

Timnas Australia/ Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Indonesia membatalkan pertandingan persahabatan melawan Yordania pada FIFA Matchday November 2026 dengan alasan keselamatan pemain. Di tengah keputusan tersebut, Australia masih mempertahankan agenda lawatan ke Timur Tengah untuk menghadapi Qatar dan Yordania sesuai jadwal yang telah disusun.

Federasi Sepak Bola Yordania (JFA) mengumumkan pembatalan pertandingan melawan Indonesia melalui situs resminya pada Kamis (5/11/2026). Laga yang semula dijadwalkan berlangsung di Amman pada Jumat (13/11/2026) itu batal setelah PSSI mengajukan permintaan pembatalan.

"Pertandingan persahabatan internasional yang sedianya mempertemukan Timnas Yordania dengan Timnas Indonesia Jumat, 13 November, di ibu kota Amman, resmi dibatalkan," tulis pihak federasi sepak bola Yordania, dikutip Jumat (6/11/2026).

"Pembatalan tersebut dilakukan atas permintaan PSSI yang telah menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat melakoni pertandingan tersebut," lanjut keterangan yang sama.

Meski batal menjamu Indonesia, Yordania memastikan pertandingan persahabatan melawan Australia tetap digelar. JFA menyatakan duel menghadapi The Socceroos pada Selasa (17/11/2026) di Stadion Internasional Amman tidak mengalami perubahan jadwal.

Australia sebelumnya telah mengumumkan dua agenda pertandingan di kawasan Timur Tengah selama jendela internasional November. Tim asuhan Tony Popovic itu dijadwalkan menghadapi Qatar di Doha pada 13 November waktu setempat, sebelum bertolak ke Amman untuk melawan Yordania pada 17 November.

Football Australia menyatakan pertandingan tersebut tetap masuk dalam rencana tim. Meski demikian, federasi Australia terus memantau perkembangan keamanan dan melakukan penilaian risiko sebelum keberangkatan.

Erick Thohir Utamakan Keselamatan Pemain

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan pembatalan laga tandang ke Yordania dilakukan dengan mempertimbangkan situasi keamanan di Timur Tengah. Menurut dia, keselamatan pemain menjadi prioritas federasi dalam menentukan agenda pertandingan internasional.

“Aduh, kompleks. Kita tahu situasi di Timur Tengah tidak mudah. Kita memprioritaskan bagaimana keselamatan para pemain terlebih dahulu,” kata Erick di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Selain pertimbangan keamanan, perubahan jadwal Piala Asia 2027 turut memengaruhi rencana pertandingan Timnas Indonesia pada November. Semula, laga-laga uji coba pada periode tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi.

Namun, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memutuskan menunda Piala Asia 2027. Turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027 itu dijadwalkan ulang menjadi 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028, dengan perubahan tanggal tersebut masih memerlukan persetujuan FIFA.

“Apalagi AFC kan memundurkan kejuaraan Asianya. Jadi memang di November ini cukup limbung karena memang bukan menjadi laga uji coba untuk AFC,” ujar Erick.

Sebelum perubahan rencana, Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani pertandingan tandang melawan Yordania dan Kuwait pada periode FIFA Matchday November. Namun, hingga Jumat (6/11/2026), belum ada kepastian resmi mengenai agenda pengganti setelah laga melawan Yordania dibatalkan.

Erick menyerahkan pembahasan rencana berikutnya kepada Badan Tim Nasional (BTN) dan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Keduanya akan membahas opsi pertandingan yang dapat mengisi agenda tim pada jeda internasional November.

Australia Tetap Pantau Situasi Keamanan

Berbeda dengan Indonesia, Football Australia masih mempertahankan rencana pertandingan melawan Qatar dan Yordania. Federasi menyatakan keselamatan pemain, staf, dan suporter tetap menjadi perhatian utama selama persiapan lawatan ke Timur Tengah.

Sikap tersebut tidak berarti perjalanan tanpa risiko. Sejumlah pemain Australia dilaporkan menyampaikan kekhawatiran mengenai situasi keamanan, terutama terkait perjalanan ke Yordania. Asosiasi pemain profesional Australia juga menyatakan mendukung pemain yang memilih tidak mengikuti pertandingan karena alasan keselamatan.

Dengan demikian, agenda Yordania melawan Australia masih tercantum dalam jadwal resmi, meskipun perkembangan keamanan kawasan tetap menjadi faktor yang dipantau menjelang pertandingan 17 November mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online