Marc Marquez Bisa Lampaui Rossi, Ini Syarat Juara di Qatar

Jumali
Jumali Jum'at, 06 November 2026 06:37 WIB
Marc Marquez Bisa Lampaui Rossi, Ini Syarat Juara di Qatar

Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Márquez memacu kecepatan sepeda motornya saat mengikuti Sprint Race MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (10/10/2026). /Antara-Ahmad Subaidi/app/nz\r\n

Harianjogja.com, JOGJA— Persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 berpotensi menjadi momentum penting bagi Marc Marquez untuk meninggalkan Valentino Rossi dalam catatan prestasi kelas utama. Pembalap Ducati Lenovo Team tersebut hanya membutuhkan tambahan keunggulan poin tertentu di MotoGP Qatar untuk memastikan gelar kedelapannya di kelas premier sekaligus mengungguli jumlah gelar Rossi.

Peluang tersebut terbuka setelah Marquez memperlebar jarak dengan para pesaingnya di klasemen sementara. Hingga menjelang seri Qatar, pembalap asal Spanyol itu mengumpulkan 399 poin atau unggul 44 angka dari Jorge Martin yang menempati posisi kedua.

Jika mampu mengamankan gelar musim ini, Marquez akan mencatatkan delapan gelar juara dunia kelas utama 500cc/MotoGP. Jumlah tersebut melampaui koleksi tujuh gelar milik Valentino Rossi dan membuatnya menyamai rekor Giacomo Agostini sebagai pembalap dengan gelar kelas utama terbanyak.

Syarat Marc Marquez Mengunci Gelar di MotoGP Qatar

Marquez memiliki kesempatan pertama untuk memastikan gelar juara dunia 2026 pada seri Qatar. Syaratnya, ia harus mengakhiri akhir pekan balapan dengan keunggulan minimal 74 poin atas pembalap yang berada di posisi kedua klasemen.

Saat ini, Jorge Martin menjadi pesaing terdekat dengan koleksi 355 poin. Sementara itu, Marco Bezzecchi berada di peringkat ketiga dengan 332 poin atau tertinggal 67 angka dari Marquez.

Keunggulan 74 poin menjadi batas penting karena setelah seri Qatar hanya tersisa dua putaran, yakni MotoGP Portugal dan MotoGP Valencia. Dalam dua seri tersebut, maksimal 74 poin masih dapat dikumpulkan seorang pembalap melalui sprint race dan balapan utama.

Dengan demikian, apabila Marquez mampu menciptakan jarak minimal 74 poin setelah GP Qatar, para pesaingnya tidak lagi memiliki kesempatan untuk mengambil alih posisi puncak hingga musim berakhir. Keunggulan jumlah kemenangan seri juga menjadi keuntungan Marquez jika terjadi kemungkinan persamaan poin.

Jorge Martin Cedera, Bezzecchi Tertinggal 67 Poin

Peluang Marquez untuk mengunci gelar di Qatar semakin terbuka karena Jorge Martin masih menjalani pemulihan cedera. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat persaingan di papan atas klasemen semakin menguntungkan pembalap Ducati tersebut.

Martin mengalami cedera pergelangan tangan setelah insiden di sprint race MotoGP Australia. Kondisinya membuat pembalap Aprilia itu harus absen pada rangkaian balapan di Malaysia.

Di sisi lain, Marco Bezzecchi juga menghadapi pekerjaan berat untuk mengejar Marquez. Pembalap Aprilia tersebut telah mengumpulkan 332 poin, terpaut 67 angka dari pemimpin klasemen.

Dengan selisih tersebut, peluang Bezzecchi untuk mempertahankan persaingan gelar di Qatar sangat bergantung pada hasil yang diperoleh Marquez. Jika Marquez mampu menambah keunggulan setidaknya tujuh poin atas Bezzecchi pada seri Qatar, jarak keduanya akan mencapai 74 poin.

Apabila Marquez gagal memastikan gelar di Qatar, peluang menjadi juara dunia masih terbuka pada dua seri berikutnya. MotoGP Portugal dan MotoGP Valencia menjadi kesempatan terakhir bagi Marquez untuk menyelesaikan persaingan gelar musim 2026.

Marquez Berpeluang Lampaui Catatan Valentino Rossi

Persaingan Marquez dan Rossi selama ini kerap menjadi pembahasan di kalangan penggemar MotoGP. Salah satu tolok ukur yang sering dibandingkan adalah jumlah gelar juara dunia, terutama di kelas utama.

Sebelum musim 2026, kedua pembalap tersebut sama-sama mengoleksi tujuh gelar di kelas 500cc/MotoGP. Marquez meraih gelar tersebut pada 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2025. Sementara itu, Rossi mengamankan tujuh gelar kelas utama sepanjang kariernya.

Selain prestasi di kelas utama, keduanya juga mempunyai catatan satu gelar di kelas 125cc dan satu gelar di kelas 250cc. Dengan demikian, Marquez dan Rossi sama-sama telah mengoleksi sembilan gelar juara dunia dari seluruh kelas sebelum kompetisi 2026 berlangsung.

Apabila berhasil menjadi juara dunia musim ini, Marquez akan mengumpulkan 10 gelar sepanjang kariernya. Catatan tersebut membuatnya unggul satu gelar atas Rossi dalam jumlah gelar juara dunia keseluruhan.

Giacomo Agostini Masih Memegang Rekor Gelar Terbanyak

Meski berpeluang meninggalkan Rossi, Marquez belum akan menjadi pemegang rekor tunggal gelar juara dunia kelas utama. Ia justru akan menyamai pencapaian Giacomo Agostini yang telah mengoleksi delapan gelar di kelas 500cc/MotoGP.

Agostini masih menjadi pembalap dengan koleksi gelar juara dunia terbanyak sepanjang sejarah balap Grand Prix. Legenda asal Italia tersebut mengumpulkan 15 gelar dari seluruh kelas yang diikutinya.

Di bawah Agostini terdapat Angel Nieto dengan 13 gelar juara dunia. Sementara itu, jika berhasil meraih gelar pada musim 2026, Marquez akan menempati kelompok pembalap dengan 10 gelar juara dunia keseluruhan.

Jadwal MotoGP Qatar 2026 Dimulai Jumat

Kesempatan pertama Marquez untuk mengamankan gelar akan berlangsung dalam rangkaian MotoGP Qatar di Lusail International Circuit. Seri ini dijadwalkan berlangsung pada 6–8 November 2026.

Jumat (6/11/2026), rangkaian MotoGP Qatar dimulai dengan sesi Free Practice dan Practice. Selanjutnya, Sabtu (7/11/2026) dijadwalkan berlangsung sesi latihan lanjutan, kualifikasi, serta sprint race.

Sementara itu, balapan utama MotoGP Qatar dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/11/2026). Hasil dari seluruh rangkaian akhir pekan tersebut akan menentukan apakah Marquez bisa memastikan gelar juara dunia lebih awal atau harus melanjutkan persaingan hingga seri Portugal dan Valencia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online