Mirwan Suwarso Ingin Como Bermain dengan DNA Barcelona

Jumali
Jumali Sabtu, 07 November 2026 09:37 WIB
Mirwan Suwarso Ingin Como Bermain dengan DNA Barcelona

Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso/ tangkapan layar

Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, mengungkapkan strategi klub dalam membangun kekuatan untuk jangka panjang. Como ingin memiliki identitas permainan seperti Barcelona, tetapi menerapkan pendekatan perekrutan pemain yang selama ini dikenal dari Brighton & Hove Albion dan Brentford.

Strategi tersebut dirancang agar karakter permainan Como tidak bergantung pada sosok pelatih. Dengan begitu, klub tetap mempunyai arah sepak bola yang konsisten meskipun nantinya mengalami pergantian pelatih beberapa kali.

Mirwan menyampaikan rencana tersebut dalam wawancara eksklusif bersama komentator TNT Sports, Adam Summerton. Wawancara itu berlangsung beberapa hari setelah Como mencatat kemenangan 9-1 atas Lens di Liga Champions pada Rabu (4/11/2026). Hasil tersebut menyamai rekor margin kemenangan terbesar dalam sejarah kompetisi antarklub tertinggi Eropa itu.

Identitas permainan menjadi fondasi Como

Menurut Mirwan, pembangunan klub harus dimulai dengan menentukan DNA atau identitas sepak bola yang ingin diterapkan. Prinsip tersebut menjadi dasar sebelum Como menentukan pemain yang dibutuhkan untuk membentuk tim.

Ia menilai Brighton dan Brentford bisa menjadi referensi dalam urusan perekrutan. Kedua klub tersebut dikenal sebagai model yang diperhatikan banyak tim karena pendekatan mereka dalam menemukan pemain yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi pengembangan klub.

“Jika bicara soal rekrutmen, tentu saja Brighton dan Brentford telah menjadi model yang dijadikan acuan oleh banyak pihak,” ujar Suwarso, dikutip dari Football Italia, Sabtu (7/11/2026).

Namun, Mirwan menegaskan Como tidak ingin sekadar meniru strategi transfer klub lain. Mereka terlebih dahulu menetapkan gaya permainan yang ingin dibangun agar filosofi tersebut tetap bertahan meskipun terjadi perubahan di kursi kepelatihan.

“Namun, kami memulainya dari DNA. Seperti apa sepak bola yang kami inginkan? Bagaimana gaya bermain yang ingin kami terapkan? Tujuannya agar identitas tersebut tetap terjaga, bahkan setelah terjadi pergantian pelatih berkali-kali di masa depan,” imbuhnya.

Como ingin bermain seperti Barcelona

Dalam menentukan karakter permainan, Mirwan secara khusus menjadikan Barcelona sebagai inspirasi. Ia menginginkan Como tampil dengan sepak bola atraktif yang mengutamakan penguasaan bola dan tekanan tinggi kepada lawan.

“Terkait DNA sepak bola, kami ingin menjadi seperti Barcelona. Kami ingin fokus pada penguasaan bola, high pressing (tekanan tinggi), dan dominasi permainan, singkatnya, sepak bola yang atraktif,” kata Mirwan.

Filosofi tersebut kemudian akan dipadukan dengan strategi perekrutan pemain yang mengacu pada Brighton dan Brentford. Como berupaya mendapatkan pemain yang belum memperoleh penilaian atau nilai pasar maksimal, tetapi dinilai cocok dengan kebutuhan tim.

“Di saat yang sama, kami berupaya mencari pemain yang belum dihargai secara maksimal (undervalued) untuk kemudian diintegrasikan ke dalam tim, menggunakan model yang serupa dengan apa yang dilakukan Brighton atau Brentford,” lanjutnya.

Perkembangan Como bersama keluarga Hartono

Ambisi tersebut menjadi bagian dari perkembangan Como sejak diambil alih keluarga Hartono sekitar tujuh tahun lalu ketika klub masih berkompetisi di Serie D. Sejak itu, Como menjalani perjalanan hingga mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Italia dan tampil di Liga Champions.

Cesc Fabregas turut menjadi bagian dari proses tersebut. Ia bergabung sebagai pemain pada 2022 sebelum kemudian dipercaya menjadi pelatih pada 2024. Di bawah arahannya, Como terus berkembang dan kini menjadi salah satu penghuni papan atas Serie A.

Berdasarkan klasemen setelah 10 pertandingan, Como menempati peringkat keempat dengan koleksi 23 poin. Mereka mencatat tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.

Como juga memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi ketika menghadapi Inter Milan di Stadion Giuseppe Meazza. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Minggu (8/11/2026) waktu setempat atau Senin (9/11/2026) pukul 00.00 WIB itu bisa membawa Como melewati Inter jika mereka berhasil meraih kemenangan.

Di luar pengembangan tim utama, Mirwan juga mengungkapkan bahwa Como mulai mengembangkan dan menawarkan pengalaman klub kepada organisasi sepak bola lain. Dalam wawancara yang sama, ia menyebut Como telah bekerja dengan 27 klub melalui layanan atau produk yang dikembangkan dari pengalaman mereka sendiri.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa rencana jangka panjang Como tidak hanya berpusat pada hasil pertandingan. Klub juga berupaya membangun sistem permainan, perekrutan, dan pengelolaan yang dapat terus dikembangkan seiring pertumbuhan organisasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online