Ogah Gunakan Pelatih Asing, PS Tira Dekati Nil Maizar

Jumali
Jumali Kamis, 31 Mei 2018 14:55 WIB
Ogah Gunakan Pelatih Asing, PS Tira Dekati Nil Maizar

Sekretaris PS Tira Yandri / Harian Jogja-Jumali

Harianjogja.com, BANTUL - Manajemen PS Tira terus menggodok sejumlah nama pelatih lokal sebagai pengganti Rudy Eka Priambada untuk menukangi tim dalam beberapa pertandingan ke depan. Salah satu nama pelatih yang masuk dalam radar manajemen The Young Warriors adalah Nil Maizar.

"Salah satunya dia. Ada beberapa nama pelatih lokal yang sedang kami ajak komunikasi dan sudah kami ajukan ke pihak dewan pembina. Nanti tinggal keputusan dari dewan pembina. Untuk PS Tira kami pastikan tidak akan menggunakan jasa pelatih asing, karena kami akan maksimalkan pelatih lokal," kata Sekretaris PS Tira Yandri kepada Harianjogja.com, Kamis (31/5/2018) siang.

PS Tira yang sebelumnya bernama PS TNI sejatinya sempat dilatih oleh pelatih asal Bulgaria, Ivan Kolev, tiga pekan berjalan. Namun, nasib pengganti Laurent Hatton ini, tidak berlangsung lama, sebab pada laga pekan ke-25, posisi Ivan Kolev digantikan Rudy Eka Priambada.

Sementara untuk laga melawan Barito Putera, manajemen PS Tira memilih menunjuk Miftahudin Mukson menjadi karteker pelatih The Young Warriors. Langkah ini harus dilakukan oleh manajemen PS Tira menyusul belum adanya sosok pelatih terpilih menggantikan posisi Rudy Eka.

"Sementara lawan Barito Putera, manajemen menyerahkan kepada coach Miftahudin," sambung Yandri.

Yandri mengungkapkan, tidak ada pilihan lain bagi pihaknya untuk tidak meraih poin penuh pada melawan Barito Putera. Oleh karena itu, pemilihan Miftahudin sebagai karteker pelatih adalah hal tepat. Selain telah memenuhi lisensi, Miftahudin selama ini dikenal memiliki pola komunikasi yang baik dengan pemain.

"Kami juga sudah sampaikan kepada pemain. Memang pergantian ini akan berpengaruh kepada permainan, namun kami sudah bicarakan dengan pemain dan tidak ada masalah. Semua siap dan akan memberikan yang terbaik pada laga kali ini," terang Yandri.

Yandri mengungkapkan, keputusan untuk mengistirahatkan Rudy tidak lepas dari hasil buruk yang diraih oleh PS Tira. Tim yang dulu bernama PS TNI ini sempat naik ke papan tengah klasemen, namun akhirnya terjerembab ke peringkat ke-16 klasemen. Selain hanya mampu mengumpulkan 11 poin hingga pekan ke-11, PS Tira juga menjadi tim yang paling buruk pertahanan. Sebab, dari 11 kali bertanding PS Tira hanya mampu mencetak 16 gol dan kebobolan 23 gol.

"Jadi tidak ada alasan lain, kami harus melakukan pergantian. Ini hasil evaluasi manajemen," tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online