Suporter PSS Sleman Dilarang Hadiri Derby DIY : BCS dan Brajamusti Punya Komunikasi Yang Baik Jelang Derby

Jumali
Jumali Senin, 23 Juli 2018 17:55 WIB
Suporter PSS Sleman Dilarang Hadiri Derby DIY : BCS dan Brajamusti Punya Komunikasi Yang Baik Jelang Derby

Derby DIY / Dok

Harianjogja.com, JOGJA - Pertandingan derby DIY antara PSIM Jogja menjamu PSS Sleman di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (24/7/2018) sore, dipastikan tidak akan dihadiri oleh suporter tim tamu, baik BCS dan Slemania.

Hal ini menyusul, larangan yang dikeluarkan oleh panitia pelaksana pertandingan (panpel) PSIM Jogja mengenai pelaksanaan derby. Adapun alasan, pelarangan kedatangan baik BCS maupun Slemania ke Stadion Sultan Agung adalah dengan mempertimbangkan kapasitas stadion.

Menanggapi persoalan tersebut, kedua kubu suporter baik BCS maupun Brajamusti pun angkat bicara.

Koordinator BCS Zulfikar mengatakan, perihal pelarangan suporter PSS Sleman datang dan mendukung timnya secara langsung di derby DIY baru diketahuinya dari media, siang ini. Meski enggan banyak berkomentar, namun persoalan ini akan dibawanya dalam forum musyawarah dengan anggota BCS lainnya.

"Baru akan kami rapatkan nanti malam, mas. Saya baru tahu malah dari njenengan. Kebetulan, besok kami juga diundang oleh Polda DIY terkait dengan hal ini," kata Zulfikar, kepada Harianjogja.com, Senin (23/7/2018).

Menurut Zulfikar, jauh sebelum dikeluarkannya, larangan oleh panpel PSIM Jogja pihaknya sejatinya sudah berkoordinasi dengan suporter PSIM Jogja, Brajamusti. Komunikasi intens diakuinya dilakukan usai pertemuan antarsuporter beberapa waktu lalu, jelang kick off Liga 2 2018.

"Kalau komunikasi dengan teman-teman suporter PSIM sejauh ini kami terus kontak-kontakan," sambungnya.

Komunikasi intens antara BCS dan Brajamusti juga diakui oleh Wakil Presiden Brajamusti, Saga Susanto.

"Kami selama ini komunikasi intens dengan teman-teman suporter Sleman. Utamanya, usai konsolidasi yang digelar di Polda DIY beberapa waktu lalu," terang Saga, secara terpisah.

Meski demikian, Saga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa terkait dengan pelarangan suporter PSS oleh panpel PSIM Jogja pada laga derby kali ini.

"Kami tetap ikuti dan hormati keputusan panpel," katanya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online