Soal Penampilan Tiga Pemain Baru PSS Sleman, Ini Kata Seto

Jumali
Jumali Rabu, 05 September 2018 13:55 WIB
Soal Penampilan Tiga Pemain Baru PSS Sleman, Ini Kata Seto

Pesepak bola PSS Ari Sandy melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persegres Gresik United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (4/9/2018) sore. / Harian Jogja-Jumali

Harianjogja.com, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro terus menyoroti penampilan dari tiga pemain baru di skuat Super Elang Jawa.

Sebab, meski menang dengan skor 5-1 atas Persegres Gresik United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (4/9/2018) sore, Taufik Febrianto, Ryan Miziar dan Amarzukih belum sepenuhnya mampu memposisikan diri sesuai dengan perannya. Bahkan, Ryan Miziar justru mencetak gol bunuh diri beberapa detik jelang bubaran.

"Untuk Ryan memang harus ada perubahan. Terutaman soal kelincahan dan kecepatan, begitu juga dengan banyak pelanggaran yang sering dilakukannya. Ini jadi bahan evaluasi kami," terang Seto, Rabu (5/9/2018).

Meski demikian, Seto tetap memberikan apresiasi terhadap penampilan mantan bek tengah dari Martapura FC ini. Sebab, tidak ada pilihan bagi pelatih asal Kalasan ini untuk tidak memasang Ryan pada laga melawan Persegres Gresik. "Secara tim ok. Karena kami tidak punya pilihan lain, di saat Zamzami dan Jodi Kustiawan cedera," terang Seto.

Di sisi lain, absennya Dave Mustaine dalam waktu relatif lama, diakui Seto membuat dirinya harus berpikir keras untuk menempatkan pemain menggantikan peran dari mantan pemain Persegres ini.

Sebab, keberadaan Taufik Febrianto yang dipasangkan dengan Amarzukih di babak pertama saat berhadapan dengan Persegres, justru tidak banyak berdampak pada peningkatan penampilan tim. Padahal, PSS harus menyiapkan tim jelang menjamu PSBS di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (10/9/2018) mendatang.

"Melihat penampilan mereka di babak pertama, keduanya [Taufik dan Amarzuki] kemungkinan tidak bisa dipasang bersama. Ini yang harus kami atasi. Keduanya harus lebih cair dengan pemain lainnya," terang Seto.

Hal sama juga diungkapkan oleh kapten PSS Bagus Nirwanto. Pemain yang biasa berposisi di lini belakang ini mengungkapkan jika pada babak pertama, pihaknya mengalami kesulitan karena kurang komunikasi. "Baru babak kedua kami bisa lebih maksimal dengan adanya komunikasi yang maksimal dari teman-teman," ucap Bagus.

Melihat permasalahan tersebut, tidak ada pilihan lain bagi Seto selain menyiapkan Ilhamul Irhaz yang terbukti mampu bermain maksimal di babak kedua. Pemain bernomor punggung 87 tersebut masuk di babak kedua menggantikan Taufik Febrianto dan mampu berduet dengan Amarzukih di lini tengah.

"Taufik masih perlu adaptasi, nanti kami lihat di latihan di sana. Oke dia punya fighting spirit bagus, namun sering kehilangan bola dan terlalu liar. Sementara Irhas memiliki tipe berbeda dibandingkan Taufik dan Amarzukih yang lebih banyak bertahan. Selain itu, Irhas juga bisa mencairkan para pemain lainnya," sambung Seto.

Terlepas dari penampilan ketiga pemain tersebut, Seto menyebut, sejumlah persoalan lainnya harus segera dibenahi pihaknya jelang melawan PSBS. Selain banyaknya peluang yang gagal dikonversikan menjadi gol, PSS juga masih belum tampil optimal, karena banyak kesalahan elementer dan harus segera dibenahi.

"Duel satu lawan satu, passing bola yang sering hilang. Ini harus segera kami benahi," ucap Seto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online