OpenAI Wajibkan Update ChatGPT di Mac Sebelum 12 Juni
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.
Wasit Tomi Mangopa memberikan kartu merah kepada kiper PSBS Biak Yusak Samuel Redjauw setelah mengganjal penyerang PSIM Jogja Hasan Basri pada laga di Stadion Sultan Agung Bantul, Rabu (5/9/2018) / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - PSS Sleman terus mewaspadai kekuatan dari PSBS Biak jelang pertemuan kedua kesebelasan pada lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (10/9/2018) sore. Pada laga tersebut, PSS mengincar raihan poin penuh demi mengamankan posisi mereka di pemuncak klasemen sementara wilayah Timur.
Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro menilai meski tanpa diperkuat oleh sejumlah pemain pilar, kekuatan dari PSBS tidak bisa dianggap remeh. Sebab, anak asuh Slamet Riyadi tersebut terbukti mengalami perubahan signifikan di putaran kedua. Kesuksesan PSBS meraih satu poin di kandang PSIM Jogja, Rabu (5/9/2018), memperlihatkan jika tim asal Papua tersebut memiliki kekuatan cukup baik.
"Hitungan matematis, kami kalah dari PSIM Jogja, dan PSIM Jogja berhasil ditahan imbang PSBS, itu artinya kekuatan mereka [PSBS] setara dengan PSIM Jogja. Meski tanpa diperkuat sejumlah pemain pilar, kami tetap waspadai kekuatan mereka," kata Seto kepada Harianjogja.com, Kamis (6/9/2018).
Menurut Seto jika dilihat dari kekuatan tim yang pincang, pertemuan antara PSS Sleman melawan PSBS nantinya adalah pertemuan dua tim pincang. Sebab, sampai saat ini juga dihadapkan dengan absennya empat pemain karena mengalami cedera. Sampai Kamis (6/9/2018), PSS tetap belum bisa menurunkan Dave Mustaine, Zamzami, Jodi Kustiawan dan Adi Nugroho. Keempat pemain ini absen saat PSS menjamu Persegres Gresik dan dipastikan absen saat menjamu PSBS.
"Sama-sama pincang. Kami kehilangan empat pemain. Mereka kehilangan beberapa pemain pilar. Untuk itu, kami patut waspada dengan kekuatan mereka," sambung Seto.
Di sisi lain, kekuatan dari PSBS Biak dipastikan pincang saat dijamu PSS Sleman. Hal ini menyusul absennya sejumlah pemain pilar PSBS dalam laga lanjutan wilayah timur tersebut.
Adalah Yusak Samuel Redjauw, kiper PSBS yang dipastikan absen membela Laskar Napi Bongkar saat berhadapan dengan PSS Sleman. Yusak absen karena mendapatkan kartu merah, usai melakukan pelanggaran di luar kotak penalti karena mengganjal laju Hasan Basri, pemain PSIM Jogja di menit ke-89, pada pertandingan di Stadion Sultan Agung Bantul, Rabu (5/9/2018) sore.
Alhasil, enam menit sisa waktu tambahan di babak kedua, PSBS harus menurunkan kiper cadangan, Imanuel Maesa Lumanauw untuk mengamankan gawang PSBS dari serangan PSIM Jogja.
"Yang jelas absen adalah kiper kami dan beberapa pemain yang terkena akumulasi. Rencana kami akan minta pemain yang saat ini ada untuk disusulkan ke sini," terang pelatih PSBS Slamet Riyadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.