Honda Rem Mendadak Proyek EV, Kini Gaspol Mobil Hybrid
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
Latihan bersama antara Timnas U-19 Indonesia melawan Sleman United di Stadion UNY, Sabtu (15/9/2018) pagi. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - Mental meremehkan lawan yang dimiliki oleh para punggawa Garuda Nusantara menjadi perhatian serius dari tim pelatih Timnas U-19 Indonesia jelang digelarnya turnamen segitiga melawan China dan Thailand di Stadion Pakansari, Bogor, 21 September mendatang.
Sebab, dari dua laga uji coba yang dijalani oleh Hanis Saghara dan kawan-kawan di Stadion UNY, terlihat jika mental meremehkan lawan tersebut masih nampak dan berdampak pada permainan yang tidak maksimal.
Pada laga uji coba pertama yakni melawan Persibara Banjarnegara, Sabtu (8/9/2018), Garuda Nusantara hanya menang 2-1 dari tim asal Jawa Tengah tersebut. Sedangkan di babak adu penalti, Timnas U-19 menang dengan skor 3-2.
Sementara pada laga uji coba pagi tadi, Timnas U-19 berhasil meraih kemenangan 5-0 atas Sleman United. Lima gol semuanya dicetak pada babak kedua. Adapun untuk babak adu penalti, timnas justru mengalami kekalahan 2-3 dari Sleman United.
Dari lima penendang yang dipersiapkan, yakni Syahrial Abimanyu, Witan Sulaiman dan Nur Hidayat gagal menyarangkan bola ke gawang Sleman United. Sedangkan dua gol yang berhasil dicetak oleh Timnas U-19 melalui adu penalti dicetak oleh M Lutfi Kamal Baharsyah dan Firza Andika.
Asisten pelatih Timnas U-19 Miftahuddin Mukson mengatakan, persolan kegagalan menendang penalti sampai saat ini masih terus dipelajari oleh pihaknya. Sebab, ada dua faktor yang menjadi kunci dari tendangan penalti, yakni penendang dan kiper.
"Ini masih kami cari dan akam kami bangun lagi," terang pria berpangkat mayor ini usai pertandingan melawan Sleman United di Stadion UNY, Sabtu (15/9/2018) pagi.
Sementara terkait dengan mental meremehkan lawan, Miftah mengaku sudah menyampaikan kepada parfa pemain untik tidak menggangap remeh lawan.
Sebab, sebelum menjalani laga melawan Sleman United, pria yang juga menjadi asisten pelatih PS Tira telah meminta kepada para pemain untuk serius terhadap pertandingan kali ini.
"Hari ini latihan bersama dengan Sleman United kamu enggak serius bisa lebih jelek dari kemarin. Dan, saya sudah sampaikan ke mereka, begitu kamu anggap remeh menendang penalti hasilnya seperti ini. Kamu serius tapi ngak kosentasi hasilnya seperti di AFF U-19 kemarin. Di sini kami berusaha belajar," sambung Miftah.
Sementara disinggung mengenai keberangkatan tim, Miftah memastikan skuat Garuda Nusantara akan bertolak dari Jogja menuju Jakarta, Minggu (16/9/2018). Sebelum menjalani turnamen segitiga, skuat Garuda Nusantara akan menjalani latihan di Jakarta.
"Kami akan gunakan stadion ABC, dan beberapa lokasi lainnya nantinya," terang Miftah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.