Manhattan hingga Queens Versi Jogja Viral di TikTok
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Latihan bersama antara Timnas U-19 Indonesia melawan Sleman United di Stadion UNY, Sabtu (15/9/2018) pagi. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - Mental meremehkan lawan yang dimiliki oleh para punggawa Garuda Nusantara menjadi perhatian serius dari tim pelatih Timnas U-19 Indonesia jelang digelarnya turnamen segitiga melawan China dan Thailand di Stadion Pakansari, Bogor, 21 September mendatang.
Sebab, dari dua laga uji coba yang dijalani oleh Hanis Saghara dan kawan-kawan di Stadion UNY, terlihat jika mental meremehkan lawan tersebut masih nampak dan berdampak pada permainan yang tidak maksimal.
Pada laga uji coba pertama yakni melawan Persibara Banjarnegara, Sabtu (8/9/2018), Garuda Nusantara hanya menang 2-1 dari tim asal Jawa Tengah tersebut. Sedangkan di babak adu penalti, Timnas U-19 menang dengan skor 3-2.
Sementara pada laga uji coba pagi tadi, Timnas U-19 berhasil meraih kemenangan 5-0 atas Sleman United. Lima gol semuanya dicetak pada babak kedua. Adapun untuk babak adu penalti, timnas justru mengalami kekalahan 2-3 dari Sleman United.
Dari lima penendang yang dipersiapkan, yakni Syahrial Abimanyu, Witan Sulaiman dan Nur Hidayat gagal menyarangkan bola ke gawang Sleman United. Sedangkan dua gol yang berhasil dicetak oleh Timnas U-19 melalui adu penalti dicetak oleh M Lutfi Kamal Baharsyah dan Firza Andika.
Asisten pelatih Timnas U-19 Miftahuddin Mukson mengatakan, persolan kegagalan menendang penalti sampai saat ini masih terus dipelajari oleh pihaknya. Sebab, ada dua faktor yang menjadi kunci dari tendangan penalti, yakni penendang dan kiper.
"Ini masih kami cari dan akam kami bangun lagi," terang pria berpangkat mayor ini usai pertandingan melawan Sleman United di Stadion UNY, Sabtu (15/9/2018) pagi.
Sementara terkait dengan mental meremehkan lawan, Miftah mengaku sudah menyampaikan kepada parfa pemain untik tidak menggangap remeh lawan.
Sebab, sebelum menjalani laga melawan Sleman United, pria yang juga menjadi asisten pelatih PS Tira telah meminta kepada para pemain untuk serius terhadap pertandingan kali ini.
"Hari ini latihan bersama dengan Sleman United kamu enggak serius bisa lebih jelek dari kemarin. Dan, saya sudah sampaikan ke mereka, begitu kamu anggap remeh menendang penalti hasilnya seperti ini. Kamu serius tapi ngak kosentasi hasilnya seperti di AFF U-19 kemarin. Di sini kami berusaha belajar," sambung Miftah.
Sementara disinggung mengenai keberangkatan tim, Miftah memastikan skuat Garuda Nusantara akan bertolak dari Jogja menuju Jakarta, Minggu (16/9/2018). Sebelum menjalani turnamen segitiga, skuat Garuda Nusantara akan menjalani latihan di Jakarta.
"Kami akan gunakan stadion ABC, dan beberapa lokasi lainnya nantinya," terang Miftah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Bayi laki-laki berusia sekitar satu minggu ditemukan dalam kardus di Klitikan Pasar Sleman. Polisi kini mencari keberadaan orang tuanya.
"Kolaborasi Strategis Kadin dan Pegadaian untuk MengEMASkan Indonesia."
Baznas, Danantara, Kemenkop, dan MES meneken MoU penguatan ekosistem zakat, koperasi syariah, pemberdayaan ekonomi, dan program sosial.
Prabowo menyebut porsi hasil pengemudi ojol naik dari 80% menjadi 92%. Sejumlah pengemudi dilaporkan penghasilannya naik hingga 3 kali lipat.
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.