3 Cara ChatGPT Work Bantu UMKM Atur Prioritas, Konten, hingga Laporan
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Ketua Panpel PSIM Jogja Wendy Umar / Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA - Keinginan dari dua wadah suporter PSIM Jogja yakni The Maident dan Brajamusti untuk mendukung tim kesayangannya berlaga melawan Semeru FC di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (24/9/2018) akhirnya terpenuhi.
Otoritas kepolisian Bantul, Polres Bantul telah memberikan izin agar pertandingan antara Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja menjamu Persigo Semeru FC boleh memakai penonton. Hal ini tertuang dalam surat rekomendasi bernomor R/Rek/100/IX/YAN.2.14./2018/Satintelkam tertanggal 21 September 2018 dan ditandatangani oleh Kasatintelkam Polres Bantul AKP Bayu Dewasto.
"Hari ini izin dari Polres Bantul sudah keluar dan boleh dengan penonton. Siang ini izin tersebut juga sudah masuk ke Polda DIY untuk ditindak lanjuti," kata Ketua Panpel PSIM Jogja Wendy Umar Senoaji kepada Harianjogja.com, Jumat (21/9/2018) sore.
Menurut Wendy, diberikannya izin pertandingan dengan penonton kali ini tidak lepas dari kerja keras semua pihak, baik manajemen, suporter maupun panpel PSIM Jogja. Sebab, sejumlah persyaratan awal yang diminta oleh pihak kepolisian sudah terpenuhi. "Termasuk kami sowan ke keluarga korban dan mendapatkan izin dari warga sekitar stadion," sambung Wendy.
Oleh karema itu, Wendy meminta kepada para pendukung PSIM baik Brajamusti maupun The Maident untuk tetap menjaga kondusivitas serta ketertiban, baik sebelum, saat dan sesudah pertandingan.
"Karena ini adalah test case bagi kami. Harapannya, di laga selanjutnya kami mendapatkan izin menggelar pertandingan dengan penonton lagi," ucap Wendy.
Sementara disinggung mengenai tiket pertandingan, Wendy mengungkapkan, saat ini panpel telah mencetak sebanyak 17.000 lembar tiket. Adapun banderol harga yang ditetapkan tidak mengalami perubahan dibandingkan laga kandang sebelumnya. "Harga tiket mulai Rp25.000 hingga Rp80.000," tandas Wendy.
Terpisah, Ketua Umum The Maident Rendy A Prasetyo mengaku senang dan menyambut gembira terkait dengan diberikannya izin pertandingan dengan penonton. Oleh karena itu, pihaknya akan menaati dan menjaga ketertiban, baik di dalam maupun di luar stadion.
"Kami memberi apresiasi kepada warga sekitar Sultan Agung dan jajaran kepolisian di Bantul,” katanya.
Hal sama juga diungkapkan oleh Presiden Brajamusti Muslih Burhanudin. Pria yang akrab dipanggil Tole ini mengaku berterimakasih banyak kepada panpel dan manajemen PSIM atas upayanya agar pertandingan bisa digelar dengan penonton.
"Selain itu kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Polres Bantul, dan masyarakat Bantul, karena diberikan kesempatan untuk bisa menyaksikan pertandingan PSIM," katanya.
Oleh karena itu, Tole mengungkapkan DPP Brajamusti malam ini akan mengumpulkan para anggotanya dan melakukan koordinasi agar nantinya baik sebelum, saat dan sesudah pertandingan berjalan tertib.
"Kami tidak ingin menyia-yiakan kesempatan ini. Kami akan berkoordinasi dan meminta semua pihak untuk bisa lebih tertib pada laga kali ini," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan