Sinopsis Film Gak Ada Matinya, Ketika Kematian Ayah Justru Dianggap Jalan Keluar
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - Peluang PSS Sleman untuk lolos ke babak semifinal Liga 2 2018 semakin berat.
Kekalahan 2-1 dari tuan rumah Persiraja di Stadion di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Kamis (1/11/2018) kemarin, membuat skuat Super Elang Jawa terpuruk di juru kunci klasemen sementara grup B babak 8 besar Liga 2 2018.
Atas kekalahan tersebut, pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro pun menyoroti perihal konsentrasi, komunikasi antarpemain dan yang tidak kalah penting adalah peran dari para pemain di lini tengah.
Sebab, dua gol yang bersarang ke gawang PSS pada babak kedua, setelah mereka sempat unggul lebih dulu di menit ke-38 melalui Slamet Budiono seharusnya tidak terjadi. Melemahnya konsentrasi dan kurang rapatnya lini tengah menutup pergerakan membuat dengan mudah gawang Ega Rizky dijebol oleh pemain Persiraja.
"Sebenarnya jika lini tengah tidak telat, kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Lima belas menit terakhir di babak kedua kami juga kehilangan konsentrasi sehingga kami kebobolan dua gol," terannya, Jumat (2/11/2018).
Seto sendiri sengaja menempatkan duet Busari dan Amarzukih di lini tengah sejak menit pertama saat melawan Persiraja. Keduanya saling menyokong lini tengah sebelum mengalirkan bola ke Ichsan Pratama dan Cristian Gonzales.
Skema ini sempat gagal dijalankan di awal babak pertama, karena kondisi lapangan dan pergerakan lawan. PSS baru mampu mengembangkan permainan memasuki menit ke-30an dan berbuah satu gol ke gawang Persiraja.
Namun skema ini kembali tidak berjalan pada babak kedua. Banyak bola yang dikirimkan oleh lini tengah gagal memberikan umpan manja untuk Cristian Gonzales yang dipasang sebagai target man. Alhasil, Cristian Gonzales pun gagal tampil optimal di pertandingan tersebut.
Sedangkan pemain yang dipasang di kedua sayap, yakni Rifal Lastori dan Slamet Budiono, kurang banyak memberikan bola silang yang memanjakan Cristian Gonzales.
"Ia memang menjadi target man walau pada laga tadi dia tidak mendapatkan suplai bola yang banyak. Setidaknya Ia sudah membuat 2 center backlawan kehilangan konsentrasi dan kami menginginkan kedua sayap bisa muncul namun mereka tidak bisa bermain seperti biasanya," terang Seto.
Atas hasil ini, Seto pun menyatakan akan melakukan evaluasi atas penampilan anak asuhnya. Sebab, masih ada empat pertandingan, di mana tiga pertandingan di antaranya adalah pertandingan kandang. "Mau tidak mau kami akan maksimalkan sisa pertandingan yang ada. Terdekat, kami kejar poin penuh di tiga pertandingan kandang," ucap Seto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Dana Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan akan dicairkan dua tahap pada Oktober dan November 2026 untuk memperkuat keuangan.
Indonesia dan Malaysia masih 0-0 pada babak pertama FIFA ASEAN Cup 2026. Thom Haye mendapat kartu merah dan Garuda bermain 10 pemain.
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
WJNC kembali digelar pada Oktober 2026. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung sekaligus mendorong lama tinggal wisatawan.
JABFEST 2026 digelar 30 September-12 Oktober di The Ratan dengan menghadirkan Alissa Wahid, Martin Suryajaya hingga Saut Situmorang.