Intelijen AS Sebut China Kantongi Data 220 Juta Pemilih Amerika
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan saat menjuarai angkat besi 62 kg Asian Games 2018 di Jakarta pada Selasa (21/8/2018)./Bisnis.com-Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Harianjogja.com, JAKARTA - Prestasi membanggakan diraih lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan. Dia merebut medali emas kelas 61 kg sekaligus memecahkan rekor pada kejuaraan dunia angkat besi di Asghabat, Turkmenistan, Sabtu (3/11) waktu setempat.
Rekor yang dicetak Eko Yuli pada kelas yang baru dipertandingkan tersebut adalah dengan total angkatan 317 kg dari 313 kg sebelumnya dengan rincian angkatan clean and jerk 174 kg dan snatch 143 kg.
Manajer Tim Sony Kasiran dalam keterangan resmi dari PB PABBSI yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan sukses Eko tidak terlepas dari strategi yang diterapkan tim pelatih saat mengajukan permintaan angkatan.
"Awalnya kita ajukan angkatan 177 untuk clean and jerk untuk mengelabui China. Tapi ketika China dan Kolombia gagal di angkatan 172 akhirnya tim pelatih putuskan menjadi 174 kg," kata Sony Kasiran.
Pada kelas 61 kg untuk medali perak dan perunggu semuanya diborong oleh lifter China yaitu Fabin Li dengan total angkatan 310 kg dan berikutnya adalah Fulin Qin dengan total angkatan 308 kg.
Menurut dia, kejuaraan dunia di Asghabat ini merupakan kualifikasi pertama untuk turun di Olimpiade 2020 Tokyo Jepang. Hasil ini dinilai cukup bagus mengingat proses kualifikasi cukup panjang dan semuanya harus dimaksimalkan.
"Masih ada delapan seri lagi dan enam diantarnya berlangsung sepanjang tahun 2019 dan dua kualifikasi lagi pada tahun 2020 atau menjelang Olimpiade berlangsung," katanya menambahkan.
Sementara itu, lifter putri Sri Wahyuni yang turun di kelas 49 kg putri gagal meraih hasil maksimal. Peraih perak Asian Games dan Olimpiade Rio de Janeiro ini menempati peringkat ketujuh.
Pada kejuaraan dunia angkat besi yang akan berlangsung hingga Sabtu (10/11), lifter Indonesia yang bakal tampil selanjutnya adalah Deni dan Triyatno yang turun di kelas 67 kg dan lifter putri Acchedya Jagaddhita di kelas 55 Kg
Lifter peringkat pertama hingga kedelapan di masing-masing kelas nantinya yang bakal lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Tradisi budaya Sebaran Apem Yaaqawiyyu dalam rangka Saparan Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Jumat (31/7/2026)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Iran mengklaim menghancurkan tiga jet F-35 AS di Yordania dan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait.