Maurizio Sarri/Reuters-Matthew Childs
Harianjogja.com, JOGJA - Pelatih Chelsea Maurizio Sarri jadi sasaran kemarahan pendukung timnya sendiri setelah laga yang sangat menyedihkan bagi Chelsea di markas Bournemouth, Vitality Stadium, Rabu (31/1/2019) dini hari WIB.
Sarri menjadi kambing hitam lantaran Chelsea kalah 0-4 pada laga pekan ke-24 Liga Premier musim ini. Gawang Chelsea diberondong dua gol pemain Bournemouth, Joshua King. Sedangkan dua gol lainnya masing-masing dicetak David Brooks dan Charlie Daniels. Semua gol terjadi di babak kedua.
Inilah kekalahan terburuk Chelsea sejak mereka tumbang 1-5 dari Liverpool pada 1996 alias 20 tahun silam. Sarri pun menjadi satu-satunya pelatih Chelsea yang menelan kekalahan empat gol sejak klub London Barat ini dikuasai taipan asal Rusia, Roman Abramovich, pada 2003 lalu alias pada era Roman Emperor.
Ini juga kali pertamanya Chelsea mandul gol pada masing-masing tiga laga tandang secara beruntun sejak 2002. Padahal, Sarri memainkan striker barunya, Gonzalo Higuian, yang digadang-gadang bisa menjadi solusi atas seretnya aliran gol Chelsea musim ini. Jangankan mencetak gol, pemain yang dipinjam dari AC Milan dan Juventus tersebut tak satu pun mengemas pecobaan tembakan selama 65 menit di lapangan. Dia malah dua kali terjebak offside.
Kekalahan ini memaksa Chelsea gagal kembali masuk zona empat besar yang sehari sebelumnya tergeser Arsenal. Chelsea dan Arsenal sama-sama mengoleksi 47 poin. Hanya, Chelsea harus bertengger di bawah rival sekota mereka karena kalah selisih gol. Padahal, pada musim lalu, Chelsea yang ketika itu masih dibesut Antonio Conte mampu menembus 50 poin dalam 24 pertandingan pembuka Liga Premier.
Fans Chelsea yang ikut bertandang ke markas Bournemouth sontak meluapkan amarahnya kepada Sarri. Mereka meneriakkan yel-yel \'you don\'t know what you\'re doing\' (Kamu tidak tahu apa yang kamu lakukan) kepada pelatih berjuluk Mister 33 ini.
Sarri frustrasi dengan kekalahan ini. Eks pelatih Napoli ini mengatakan anak asuhnya tidak bisa mempraktikkan gagasan permainan yang dia inginkan.
"Mungkin ini salahku, mungkin saya tidak bisa memotivasi mereka [para pemain]. Kami mencoba memainkan sepak bola dengan gagasan tertentu, tetapi kami tidak bisa," ujar Sarri, seperti dikutip Sky Sport.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tags: