City Kalah, Guardiola Dicap Penakut

Hanifah Kusumastuti
Hanifah Kusumastuti Kamis, 11 April 2019 01:47 WIB
City Kalah, Guardiola Dicap Penakut

Josep Guardiola/Reuters-Jason Cairnduff

Harianjogja.com, JOGJA - Taktik yang diterapkan Josep "Pep" Guardiola ketika Manchester City ditaklukkan Tottenham Hotspur pada perempat final pertama Liga Champions 2018-2019 di markas Spurs, Rabu (10/4/2019) dini hari WIB mendapat kritikan. Penyebabnya, City tampil kurang ofensif sehingga kalah 0-1.

Tak ada nama Kevin de Bruyne dan Leroy Sane dalam starting XI. Padahal, Guardiola juga tak bisa memainkan Bernardo Silva yang cedera. Pelatih berkepala plontos ini lebih memilih menempatkan Riyad Mahrez di sayap kanan. Anehnya, pelatih berjuluk Filsuf ini memainkan dua gelandang bertahan sekaligus, Fernandinho dan Ilkay Gundogan.

Strategi yang cenderung defensif ini sangat jarang dilakukan Guardiola. Biasanya, pelatih berusia 48 tahun ini lebih suka memakai seorang gelandang bertahan yang diapit dua gelandang kreator. Guardiola seolah mengingkari prinsipnya. City juga seperti lupa bagaimana cara memainkan sepak bola indah.

"Saya memilih memainkan dua gelandang bertahan di posisi itu agar lebih solid. Saya putuskan untuk memilih pemain lain [selain De Bruyne]. Saya tahu itu jadi pikirannya [De Bruyne]," ungkap Guardiola, seperti dilansir sports.yahoo.com.

Pundit sepak bola asal Inggris, Martin Keown, yakin pemilihan line-up yang janggal dari Guardiola itu ada hubungannya dengan kekalahan City 0-3 pada perempatfinal Liga Champions di kandang Liverpool, musim lalu. Guardiola mungkin masih trauma sehingga terpaksa memainkan strategi yang cenderung defensif.

Penempatan Fabian Delph di sisi kiri pertahanan juga menjadi sorotan. Delph kehilangan fokus dan gagal mengawal Son Heung-min pada babak kedua. Kelengahan Delp harus dibayar mahal oleh City. Gawang mereka kebobolan Son sekitar menit ke-73.

"Semoga, suporter kami bisa mendukung setiap menit [untuk leg kedua]. Semoga Etihad akan penuh dengan suporter kami. Kami tahu apa yang harus kami lakukan: mencetak banyak gol, bermain sebagus mungkin. Kami akan berusaha," ujar Guardiola.

Son memberi peruntungan bagi Spurs setelah kehilangan Harry Kane yang dipapah keluar lapangan karena cedera pada menit ke-58. Pemain asal Korea Selatan ini tercatat sebagai pemain Spurs pertama yang mencetak gol di Tottenham Hotspur Stadium pada Liga Champions. Son sebelumnya juga menahbiskan diri sebagai orang pertama yang mencetak gol di Tottenham Hotspur Stadium pada pertandingan Liga Premier Inggris setelah menjebol gawang Crystal Palace, akhir pekan lalu. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Solopos

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online