Hiphop, Diplomasi yang Datang dari Jalanan
Program Next Level di Bantul menunjukkan jejak diplomasi hiphop sebagai medium ekspresi generasi muda dan dialog budaya lintas negara.
Kegiatan latihan PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
ISC B 2016 memasuki jeda kompetisi.
Harianjogja.com, JOGJA — Hubungan antara PSIM Jogja dengan Persip Pekalongan dalam hal perekrutan pemain semakin panas.
PSIM enggan mencabut berkas salah satu penyerangnya, Tony Yuliandri yang musim lalu berkostum Laskar Mataram. Sementara saat ini, pemain asal Gunungkidul tersebut diminati oleh Persip.
“Iya. Kabarnya begitu. Putaran kedua mendatang, ia akan bergabung bersama kami,” ujar Pelatih Persip, Nasal Mustofa.
Menurut Nasal, sebenarnya dirinya tidak begitu tertarik untuk mendatangkan Tony ke Pekalongan. Kapasitas dan kualitas dari pemain yang dibesarkan oleh PSIM Jogja itu dinilainya belum cukup layak untuk mengisi skuat utama Laskar Kalong.
“Tapi berhubung, kami cuma punya satu striker saja [Nur Cahyo], ya sudahlah,” ungkapnya.
Nasal menambahkan bahwa manajemen Persib telah menjalin komunikasi dengan manajemen Laskar Mataram terkait status Tony Yuliandri. Meski demikian, ia optimistis, tinggal selangkah lagi mendapatkan tanda tangan dari eks penyerang salah satu klub di Liga Timor Leste itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.