Tabungan Simpeda Capai Rp75 Triliun, BPD Perkuat Layanan Digital
Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia bertemu di malam puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026
Kegiatan latihan PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
ISC B 2016 memasuki jeda kompetisi.
Harianjogja.com, JOGJA — Hubungan antara PSIM Jogja dengan Persip Pekalongan dalam hal perekrutan pemain semakin panas.
PSIM enggan mencabut berkas salah satu penyerangnya, Tony Yuliandri yang musim lalu berkostum Laskar Mataram. Sementara saat ini, pemain asal Gunungkidul tersebut diminati oleh Persip.
“Iya. Kabarnya begitu. Putaran kedua mendatang, ia akan bergabung bersama kami,” ujar Pelatih Persip, Nasal Mustofa.
Menurut Nasal, sebenarnya dirinya tidak begitu tertarik untuk mendatangkan Tony ke Pekalongan. Kapasitas dan kualitas dari pemain yang dibesarkan oleh PSIM Jogja itu dinilainya belum cukup layak untuk mengisi skuat utama Laskar Kalong.
“Tapi berhubung, kami cuma punya satu striker saja [Nur Cahyo], ya sudahlah,” ungkapnya.
Nasal menambahkan bahwa manajemen Persib telah menjalin komunikasi dengan manajemen Laskar Mataram terkait status Tony Yuliandri. Meski demikian, ia optimistis, tinggal selangkah lagi mendapatkan tanda tangan dari eks penyerang salah satu klub di Liga Timor Leste itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemkomdigi menyebut Rancangan Perpres Badan Pengawas Data Pribadi telah memasuki tahap final dan diajukan kepada Presiden.
KSPSI AGN memecat Listyo Sigit dari jabatan Ketua Dewan Penasihat hingga proses hukum kasus dugaan penyadapan berkekuatan hukum tetap.
Peternak penerima bantuan 600 ayam petelur di Bantul belum meraup untung. Harga pakan tinggi membuat biaya operasional ditutup uang pribadi.
Unisa Yogyakarta mengembangkan MySADARI, aplikasi gratis dengan empat fitur untuk membantu perempuan melakukan deteksi dini kanker payudara.
Kementerian UMKM menyiapkan audit besar-besaran penyaluran KUR Rp300 triliun untuk memperkuat transparansi dan pembiayaan sektor produktif.