JBBA 2026, Saatnya Dunia Usaha Berandil Cetak Talenta Masa Depan
JBBA 2026 menyoroti peran dunia usaha dalam membangun SDM adaptif di era AI dan transformasi digital di Jogja.
Kegiatan latihan PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
ISC B 2016 memasuki jeda kompetisi.
Harianjogja.com, JOGJA — Hubungan antara PSIM Jogja dengan Persip Pekalongan dalam hal perekrutan pemain semakin panas.
PSIM enggan mencabut berkas salah satu penyerangnya, Tony Yuliandri yang musim lalu berkostum Laskar Mataram. Sementara saat ini, pemain asal Gunungkidul tersebut diminati oleh Persip.
“Iya. Kabarnya begitu. Putaran kedua mendatang, ia akan bergabung bersama kami,” ujar Pelatih Persip, Nasal Mustofa.
Menurut Nasal, sebenarnya dirinya tidak begitu tertarik untuk mendatangkan Tony ke Pekalongan. Kapasitas dan kualitas dari pemain yang dibesarkan oleh PSIM Jogja itu dinilainya belum cukup layak untuk mengisi skuat utama Laskar Kalong.
“Tapi berhubung, kami cuma punya satu striker saja [Nur Cahyo], ya sudahlah,” ungkapnya.
Nasal menambahkan bahwa manajemen Persib telah menjalin komunikasi dengan manajemen Laskar Mataram terkait status Tony Yuliandri. Meski demikian, ia optimistis, tinggal selangkah lagi mendapatkan tanda tangan dari eks penyerang salah satu klub di Liga Timor Leste itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah mulai menyiapkan skema pendidikan negeri gratis dari sekolah dasar hingga PTN dengan penerapan bertahap dan penyesuaian ruang fiskal.
DPR meminta Komisi XIII mendalami temuan Ombudsman soal fasilitas berstandar apartemen di Lapas Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
KPK menggeledah Kanwil BPN Jawa Timur terkait kasus dugaan korupsi ATR/BPN yang bermula dari OTT pengurusan HGB PT Summarecon Agung.