Pusat Data AI Dikecam, Warga Eropa Khawatir Air dan Energi Terkuras
Lebih dari 100 organisasi di 15 negara Eropa memprotes ekspansi pusat data dan mendesak moratorium proyek berskala besar.
Kapten PSIM Jogja Hendika Arga melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Martapura FC pada laga pekan ke-6 Liga 2 2018 di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (3/7/2018) sore. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL - Kapten tim PSIM Jogja Hendika Arga akhirnya membuka suara terkait dengan keputusannya untuk pensiun dari sepak bola profesional, Selasa(23/10/2018) malam.
Ia menampik kabar ancaman ataupun teror yang didapatkannya usai memilih hijrah ke tim PSS Sleman jelang babak 8 besar Liga 2 2018 dengan status pemain pinjaman.
Berikut pernyataan Hendika Arga yang diunggah dalam instagram story milikny @hendikaargapermana pada Rabu (24/10/2018) pagi.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi semuanya.
Yang namanya perubahan besar untuk menjadi lebih baik diawali dengan keputusan yang besar, ya InsyaAllah.
Dengan kondisi sekarang, ini yang lebih menguatkan saya untuk berhenti sepak bola profesioanl. Terkait bergabungnya saya di PSS dengan adanya suara suara suporter yang semacam macam itu sebenarnya tidak ada masalah dan sama sekali gak ada teror atau bahkan ancaman.
Keputusan saya ini untuk pembelajaran semua pihak yang terkait di sepak bola aja, mulai dari pemain, pelatih, pengurus manajemen, sesepuh sepak bola dan suporter semuanya.
Dan poin yang paling penting harapan saya, teman teman pemain khususnya, "Produk lokal Kota Jogja" generasi yang akan datang dan seterusnya ketika mereka punya bakat saya berharap temen teman pemain ini bisa menikmati sepak bola di mana pun mereka memperkuat suatu tim. Karena sejatinya sepak bola itu menikmati, persaudaraan dan sebagai hiburan kebahagiaan kenyamanan. InsyaAllah bisa bermanfaat buat semuanya dan jangan lupa kalo mau potong rambut ke @eightbarbershop
Matur nuwun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 100 organisasi di 15 negara Eropa memprotes ekspansi pusat data dan mendesak moratorium proyek berskala besar.
RAPBD DIY 2027 mengalokasikan 40,14% belanja untuk pendidikan. DPRD menyoroti penurunan bantuan keuangan hingga 33,65%.
Pengacara Irjen Ahrie Sonta memastikan kliennya kooperatif dalam kasus dugaan penyadapan Presiden yang turut menyeret eks Kapolri Listyo Sigit.
Demo di Prancis menuntut kenaikan upah dan menolak biaya hidup tinggi. Sebanyak 448 orang ditangkap dan 53 polisi terluka.
Rakernas SPS 2026 menghasilkan enam rekomendasi strategis, termasuk penetapan Lampung sebagai tuan rumah Kongres SPS pada Juni 2027.
BPS DIY mencatat pekerja informal mencapai 55,14% pada Agustus 2026, naik 1,17 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.