Apple Buka Peluang Damai dalam Gugatan Antimonopoli AS
Apple dan Departemen Kehakiman AS mulai membahas penyelesaian gugatan antimonopoli yang diajukan sejak 2024.
Daud Yordan/Reuters-Tim Chong
Harianjogja.com, JAKARTA – Daud Yordan, petinju nasional pemegang dua gelar sekaligus IBO Intercontinental dan WBA Asia, menargetkan menang dengan KO saat menghadapi petinju tuan rumah Anthony Crolla di Manchester Arena, Inggris, 10 November 2018.
"Saya memang memasang target memukul KO lawan saya, tetapi sampai ronde ke berapa, belum bisa diprediksi. Yang jelas target saya menang KO," kata Daud Yordan pada Kamis (25/10/2018).
Menurut petinju dengan rekor bertarung 38 kali menang (26 KO) dan tiga kali kalah tersebut, dirinya bersama dengan pelatih Pino Bahari sudah mempelajari gaya bertarung lawan melalui rekaman video.
"Dia (Anthony Crolla) seorang bertinju dengan gaya ortodox, artinya sehabis memukul terus lari atau istilahnya jual-beli pukulan," kata petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Batat, kelahiran 10 Juni 1987 itu.
Untuk menghadapi petinju seperti itu, kata dia, dirinya akan menerapkan strategi untuk langsung menekan lawan sejak ronde-ronde awal. "Saya akan langsung menyerang dari awal dan berusaha tidak memberi ruang kepada lawan untuk melancarkan pukulan."
Menyinggung soal latihan yang selama ini dijalani di Bali, dia menjelaskan latihan yang diterapkan sekarang mulai menurun programnya karena pertarungan tinggal 2 pekan lagi.
"Sebelumnya saya melakukan latihan dengan mitra tanding tiga hingga empat petinju, tetapi karena waktunya tinggal 2 pekan, program latihannya mulai menurun. Sekarang tinggal pemantapan strategi," paparnya.
Pertarungan melawan petinju Inggris ini merupakan yang kedua kalinya bagi Daud Yordan. Sebelumnya, Daud Yordan sempat bertemu petinju asal Mongolia yang menetap di Inggris, Choi Tseveenpurev.
Pada pertarungan yang dimainkan di Marina Bay Sands Singapura, 9 November 2012, tersebut, Daud Yordan berhasil mengalahkannya. Saat itu Daud Yordan masih berkecimpung di kelas bulu 57,1 kilogram).
Daud Yordan naik ke kelas ringan (61,2 kilogram) setelah kalah dari petinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka, dalam pertarungan di Jakarta, 14 April 2014.
Sekarang Daud Yordan menempati peringkat kedua penantang kelas ringan (61,2 kilogram) WBA sedangkan calon lawannya menempati peringkat keempat. Crolla memiliki rekor bertarung 33 kali menang (13 di antaranya dengan KO), enam kali kalah, serta tiga kali seri.
Daud Yordan menjalani pertarungan terakhir pada 23 April 2018 saat mengalahkan petinju tuan rumah Pavel Malikov dengan KO pada ronde kedelapan di DIVS Ekaterinburg, Rusia. Sedangkan Crolla menjalani pertarungan terakhir setelah menang atas Edson Ramirez (Meksiko) di Inggris, 31 Maret 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Apple dan Departemen Kehakiman AS mulai membahas penyelesaian gugatan antimonopoli yang diajukan sejak 2024.
Kementerian ATR/BPN memperkuat pelayanan pertanahan melalui transformasi organisasi, SOP, dan SDM. Layanan peralihan hak ditargetkan selesai maksimal 10 hari.
Pelemahan daya beli dan mahalnya komponen impor membuat industri elektronik melakukan efisiensi produksi dan menata ulang rantai pasok pada semester II/2026.
Juara Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya akan menerima cincin juara dari FIFA. Tradisi olahraga Amerika Serikat ini mewarnai sejarah baru sepak bola dunia.
KPK mengusulkan pemerintah membiayai alat peraga kampanye peserta pemilu untuk menekan biaya politik dan mencegah tindak pidana korupsi.
Veda Ega Pratama dan Mario Aji mengisi jeda paruh musim Moto3 dan Moto2 dengan berlibur di Bali sebelum melanjutkan latihan menuju Mandalika dan Silverstone.