Nomor WhatsApp Hangus? Jangan Panik, Akun Masih Bisa Diselamatkan
Nomor WhatsApp hangus dan tidak bisa menerima kode verifikasi? Simak cara menyelamatkan akun WhatsApp serta seluruh riwayat chat tanpa kehilangan
Head Business Development Sembada Sirajudin Hasbi memperkenalkan jersey PSS Sleman terbaru di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (22/12/2019) sore. - Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - Pabrikan apparel asal Sleman Sembada untuk sementara terpaksa menghentikan produksinya.
Langkah ini diambil menyusul lesunya penjualan jersey dan merchandise PSS Sleman karena merebaknya Covid-19.
"Memang ada produksi yang harus pending. Entah, situasi ini akan berakhir," kata Manajer Bisnis Sembada Hasbi Sirajudin, Jumat (27/3/2020).
Hasbi mengungkapkan, dengan penundaan kompetisi musim ini, cukup banyak menggerus usaha dari pihaknya untuk mendapatkan keuntungan. Sebab, meski dinilai cukup laku jersey terbaru PSS Sleman, namun penundaan kompetisi membuat jumlah jersey yang terjual tidak akan sama saat kompetisi berjalan.
Alhasil, Sembada memilih untuk tidak melanjutkan memroduksi jersey untuk sementara waktu.
"Jika terus dilakukan, artinya kami berjudi. Karena kompetisi akan kembali digelar kami juga belum tahu. Untuk itu kami sekarang hanya bisa melakukan efisiensi," ucap Sirajudin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nomor WhatsApp hangus dan tidak bisa menerima kode verifikasi? Simak cara menyelamatkan akun WhatsApp serta seluruh riwayat chat tanpa kehilangan
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.
FWA 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan baru internet rumah di Indonesia dengan kualitas mendekati FTTH dan menjangkau wilayah minim fiber.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.