2.434 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Karhutla Makin Mengancam
BMKG Supadio mendeteksi 2.434 titik panas di Kalbar. Warga diminta waspada karena sebagian wilayah mudah hingga sangat mudah terbakar.
Suasana Kongres PSSI yang digelar pada Sabtu (29/5/2021) di Jakarta./Antara/Michael Siahaan
Harianjogja.com, JAKARTA – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar pada Sabtu (29/6/2021). Kongres ini memutuskan sejumlah hal soal pelaksanaan Liga 1 musim 2021–2022 yang rencananya digelar mulai Juli 2021 yaitu berlangsung bubble to bubble dengan total 306 pertandingan dan ada menerapkan promosi-degradasi.
"Liga 1 tetap berlangsung dengan format liga. Ada 306 pertandingan, tetapi sistemnya berbeda dengan sebelumnya yaitu bubble to bubble," kata Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianton selepas kongres.
BACA JUGA : Ketum PSSI: Liga 1 Rencana Digelar 3 Juli 2021
Dia menjelaskan konsep bubble to bubble atau gelembung ke gelembung, dijelaskan Iwan, akan membagi Liga 1 menjadi enam seri yang digelar di tiga klaster di Pulau Jawa dan proyeksinya masih tanpa penonton.
Klaster pertama meliputi Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta. Klaster kedua yaitu Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, lalu klaster ketiga Jawa Timur.
Nantinya, seri satu akan berlangsung di klaster pertama, seri dua di klaster kedua, seri ketiga di klaster ketiga. Lalu berlanjut ke seri keempat yang tetap di klaster ketiga, lalu seri kelima di klaster kedua dan seri keenam atau terakhir kembali lagi ke klaster pertama.
"Setelah menyelesaikan satu seri yang berlangsung sekitar 1,5 bulan, setiap tim mendapatkan libur beberapa minggu untuk berlatih dan bisa juga menghilangkan kejenuhan. Kemudian, mereka bertanding lagi di seri berikutnya," tutur Iwan.
Selama berkompetisi, klub-klub akan tinggal di hotel yang berada di klaster pertandingan dengan biaya ditanggung PT Liga Indonesia Baru (LIB). Hal itu memudahkan PSSI dan LIB untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Iwan menambahkan bahwa jadwal Liga 1 2021-2022 sepertinya mundur dari rencana menjadi 10 Juli 2021. Namun, target selesainya tetap Maret 2022.
BACA JUGA : Liga 1 seperti Buah Simalakama bagi PSS Sleman
Sementara itu, mengenai soal promosi-degradasi, hal itu sebelumnya sudah disepakati oleh PSSI akan tetap ada di Liga 1 dan Liga 2.
Akan tetapi, Direktur Operasiomal LIB Sudjarno menyebut bahwa belum diputuskan tentang berapa jumlah klub yang akan degradasi dari Liga 1 dan promosi dari Liga 2. "Jumlahnya belum diputuskan. Regulasinya akan dirumuskan lagi oleh PSSI," ujar Sudjarno.
Berikut format seri di Liga 1 Indonesia musim 2020-2021.
Klaster 1: Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta.
Klaster 2: Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Klaster 3: Jawa Timur.
Daftar Seri:
Seri Pertama: Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta (klaster 1).
Seri Kedua: Jawa Tengah dan DI Yogyakarta (klaster 2).
Seri Ketiga: Jawa Timur (klaster 3).
Seri Keempat: Jawa Timur.
Seri Kelima: Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Seri Keenam: Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG Supadio mendeteksi 2.434 titik panas di Kalbar. Warga diminta waspada karena sebagian wilayah mudah hingga sangat mudah terbakar.
Kanwil Ditjen Imigrasi DIY memperkuat kapasitas kehumasan di era digital melalui Smart Immigration Communication bersama GKR Bendara.
Pendaftaran MagangHub 2026 Tahap II dibuka hingga 8 September. Simak jadwal seleksi, pengumuman, dan mulai magang bagi peserta terpilih.
PHM merampungkan proyek SNB AOI 1-3-5 di WK Mahakam. Sumur NB-501 menghasilkan 6,12 MMscfd untuk memperkuat pasokan gas Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 4 September 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarif Rp8.000.
Indonesia masuk 10 besar pengguna ChatGPT dunia. OpenAI mengungkap tingginya adopsi AI dan peluang pengembangan ekosistem AI nasional.