Juara Piala Dunia Ternyata Tak Bisa Membawa Pulang Trofi Asli
Juara Piala Dunia ternyata tidak bisa membawa pulang trofi asli. FIFA hanya memberikan replika resmi, sementara trofi asli tetap disimpan di Swiss.
Shin Tae-yong./Instagram
Harianjogja.com, JOGJA — Pelatih Bangladesh Javier Cabrera memprediksi Indonesia lolos ke Piala Asia 2023. Juru taktik asal Spanyol itu melihat secara kualitas Indonesia merupakan tim yang kuat.
"Secara kualitas, Indonesia adalah tim kuat. Saya kira mereka mempunyai peluang melaju ke Piala Asia 2023,” ujar Javier, dikutip dari laman PSSI, Minggu (5/6/2022).
Menurut pria berkepala plontos itu, skuad Garuda tangguh lantaran memiliki sederet pemain muda berbakat. Dalam pandangan Javier, pemain Indonesia mempunyai kecepatan yang menyulitkan lawan mereka di lapangan.
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan meminta semua pemain untuk berjuang lebih keras lagi. Sebab, tim ini memang dibebani untuk lolos ke Piala Asia.
"Dengan kerja keras dan doa seluruh rakyat Indonesia, saya optimistis kita bisa lolos ke putaran final Piala Asia," ujar Iriawan.
Sementara pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menyatakan jika bola itu bundar. Dirinya menyatakan timnya akan bekerja maksimal melawan Kuwait, Yordania, dan Nepal agar lolos ke Piala Asia 2023.
"Apalagi kita memang di pot 3, ada pot 1, 2, yang lebih bagus dari kita. Begitu tiba di Kuwait, akan mempersiapkan tim dengan benar-benar matang," kata pelatih asal Korea Selatan itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Juara Piala Dunia ternyata tidak bisa membawa pulang trofi asli. FIFA hanya memberikan replika resmi, sementara trofi asli tetap disimpan di Swiss.
Bedah buku Homepower di Jogja tekankan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan dan dorong budaya literasi masyarakat.
UMKM Gunungkidul didorong manfaatkan media sosial untuk pemasaran digital guna meningkatkan omzet dan daya saing usaha.
Solusi Bangun Indonesia operasikan fasilitas ekspor semen di Tuban, targetkan pasar AS dan global.
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.