Advertisement

Cak Nun Kritik Keras Kinerja Aparat saat Tragedi Kanjuruhan

Jumali
Selasa, 04 Oktober 2022 - 16:37 WIB
Jumali
Cak Nun Kritik Keras Kinerja Aparat saat Tragedi Kanjuruhan Budayawan Emha Ainun Najib berfoto bersama salah seorang pengurus Paguyuban Wehrkreis (PWK) III Jogja usai jumpa pers di Hotel Wisanti, Senin (25/6/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA -- Budayawan Indonesia, Muhammad Ainun Najib atau Cak Nun akhirnya angkat bicara terkait dengan tragedi Kanjuruhan. Cak Nun mengkritik keras kinerja aparat kepolisian yang menyamakan suporter dengan teroris.

BACA JUGA : Kapolda Jatim Minta Maaf Terkait Tragedi Kanjuruhan

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Jangan sampai suporter sepak bola disamakan dengan teroris. Polri harus merintis budaya mawas diri, bukan hanya urusan kemarin hari Minggu, tapi juga urusan hari besok," katanya dalam chanel Youtube CakNun.com, dilihat Selasa (4/10/2022).

"Kalau dari hati saya ya, saya sedih, malu, dan marah. Satu orang mati itu sama dengan semua orang meninggal dunia," lanjutnya.

"Gas air mata digunakan di mana, itu kan pasti ada aturan mainnya itu. Jangan sampai suporter sepak bola disamakan dengan teroris," paparnya.

"Dan jangan sampai menyelamatkan orang lain dengan cara membunuh salah satu," ucap Cak Nun.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 125 orang dinyatakan meninggal dunia akibat kerusuhan yang timbul usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Keluarga Mahasiswa UI Korban Kecelakaan Laporkan Polres Jaksel ke Ombudsman

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 08:57 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement