Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ini Agendanya
Prabowo bertemu 10 mantan Kapolri dan Kapolri Suyudi di Hambalang, di tengah pengusutan kasus dugaan penyadapan.
Djoko Pekik Irianto - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Pakar manajemen prestasi olahraga Djoko Pekik Irianto mengkhawatirkan pembekuan seluruh pertandingan sepak bola sebagaimana direkomendasikan Komnas HAM bisa mengundang sikap keras dari FIFA.
Bahkan, pembekuan yang direkomendasikan pemerintah bisa berdampak terhadap datangnya sanksi FIFA karena federasi sepak bola internasional bisa menafsirkan desakan itu sebagai bentuk dari intervensi.
"Paling tidak kita khawatir FIFA bisa menganggap hal ini sebagai bentuk intervensi," kata mantan Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) itu dalam pernyataan yang dikutip dari Antara, Minggu (6/11/2022).
Djoko yang pernah menjabat Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora menegaskan bahwa solusi yang bisa diambil untuk menyelesaikan masalah saat ini adalah kongres luar biasa (KLB).
Dari KLB tersebut, kata dia, harapannya terjadi reformasi total baik lembaga hingga program khususnya untuk akselerasi pembangunan sepak bola modern yang bisa membawa prestasi dunia.
Hal yang disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY itu juga sejalan dengan pernyataan Menpora Zainudin Amali bahwa pemerintah tidak akan ikut campur dalam KLB PSSI.
Senada dengan Djoko, mantan Anggota Komite Etik FIFA Dali Tahir mengajak semua pihak turut berpegang kepada pedoman dalam membenahi sepak bola dalam negeri, terutama sejalan dengan aturan FIFA.
"Kita ikuti aturan FIFA. FIFA ini organisasi profesional, anggotanya 211 negara, bahkan lebih banyak dari PBB yang beranggotakan 193 negara, PSSI berjalan di koridor aturan," kata sosok yang pada tahun 2004 turut berunding dengan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dalam merumuskan statuta PSSI.
Ia menambahkan, bahwa dirinya perlu menyampaikan mengenai pasal di statuta FIFA yang menyebutkan; menolak dengan keras segala macam bentuk intervensi pihak ketiga dan pemerintah.
"Tentu ada kecemasan di-banned. Tahun depan ada Piala Dunia U-20. PSSI yang sekarang dipimpin oleh Iriawan ini [Iwan Bule] yang bawa Piala Dunia U-20 ke Indonesia, bila kita diskors sudah pasti Piala Dunia U-20 tidak jadi digelar di sini. Apa kita mau arahnya ke sana?" kata pendiri Galatama itu.
Dari hasil investigasinya, Komnas HAM telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi, yakni meminta PSSI membekukan seluruh pertandingan sepak bola, dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap statuta, aturan keamanan dan keselamatan, kode disiplin, serta perjanjian kerja sama dengan pihak terkait dengan pertandingan sepak bola.
Komnas HAM juga meminta PSSI agar bekerja sama dengan klub untuk pembinaan suporter. Kemudian, PSSI juga perlu bertanggung jawab secara kelembagaan atas tragedi tersebut dan mematuhi proses hukum.
Lalu PSSI diminta menyusun indikator pertandingan berisiko tinggi secara akuntabel dan meletakkan aspek keamanan dan keselamatan, serta ketersediaan infrastruktur sebagai dasar utama dalam penyelenggaraan pertandingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo bertemu 10 mantan Kapolri dan Kapolri Suyudi di Hambalang, di tengah pengusutan kasus dugaan penyadapan.
Kelurahan Terban Jogja menggelar penyuluhan KUHP dan KUHAP sekaligus mengenalkan pidana kerja sosial sebagai alternatif pemidanaan.
Rekrutmen CPNS dan PPPK Gunungkidul 2026 belum dipastikan. Pemkab mengajukan 370 formasi, tetapi masih menunggu keputusan pusat.
Simak informasi SIM Keliling Bantul November 2026, jadwal layanan di Manding, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 November 2026 tersedia 15 kali keberangkatan. Simak jadwal 13 stasiun dan tarif Rp8.000.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.