Laba Anjlok 90 Persen, Subaru Hentikan Proyek EV Internal
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Pemain timnas U-20 Indonesia Hokky Caraka berebut bola dengan pemain timnas U-20 Prancis / PSSI
Harianjogja.com, JOGJA — Meski menang besar dengan skor 6-0 atas timnas U-20 Indonesia, pelatih Prancis U-20 Landry Chauvin mengaku belum puas dengan penampilan anak asuhnya. Chauvin melihat masih banyak kesalahan yang dibuat oleh skuat asuhannya.
BACA JUGA : Ditekuk Prancis 0-6, Pelatih Timnas U-20 Indonesia Nyatakan Timnya Kelelahan
"Kami memiliki tujuan ganda melawan blok [tim] rendah ini: Mempertajam kemampuan bola mati dan menarik mereka [lawan] keluar, dan untuk merebut bola setinggi dan secepat mungkin," kata Chauvin dikutip dari Foot National, Jumat (18/11/2022).
"Tim mampu melakukannya baik, bahkan jika para pemain muda kami kadang-kadang kurang konsisten, khususnya dalam persyaratan teknis," imbuhnya.
"Melalui TC kali ini kami dapat melihat wajah-wajah baru, para pemain yang menjalani sepak bola internasional pertama, dan pemain lainnya yang sudah lama tidak mencicipi jersey biru [Alexis Tibidi, Rocco Ascone, Obed Nkambadio]. Untuk Piala Dunia, kami membutuhkan grup yang lebih besar," ucap Chauvin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.
Prabowo ungkap kerugian ekspor RI capai Rp15.400 triliun akibat praktik curang seperti under-invoicing dan manipulasi data.