Dua Wakil Indonesia Lolos, Drama Warnai Kualifikasi Malaysia Masters
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Pemain timnas U-20 Indonesia Hokky Caraka berebut bola dengan pemain timnas U-20 Prancis / PSSI
Harianjogja.com, JOGJA — Meski menang besar dengan skor 6-0 atas timnas U-20 Indonesia, pelatih Prancis U-20 Landry Chauvin mengaku belum puas dengan penampilan anak asuhnya. Chauvin melihat masih banyak kesalahan yang dibuat oleh skuat asuhannya.
BACA JUGA : Ditekuk Prancis 0-6, Pelatih Timnas U-20 Indonesia Nyatakan Timnya Kelelahan
"Kami memiliki tujuan ganda melawan blok [tim] rendah ini: Mempertajam kemampuan bola mati dan menarik mereka [lawan] keluar, dan untuk merebut bola setinggi dan secepat mungkin," kata Chauvin dikutip dari Foot National, Jumat (18/11/2022).
"Tim mampu melakukannya baik, bahkan jika para pemain muda kami kadang-kadang kurang konsisten, khususnya dalam persyaratan teknis," imbuhnya.
"Melalui TC kali ini kami dapat melihat wajah-wajah baru, para pemain yang menjalani sepak bola internasional pertama, dan pemain lainnya yang sudah lama tidak mencicipi jersey biru [Alexis Tibidi, Rocco Ascone, Obed Nkambadio]. Untuk Piala Dunia, kami membutuhkan grup yang lebih besar," ucap Chauvin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.