Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Timnas Indonesia vs Argentina./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Setelah melakukan laga tanding dengan Timnas Australia di Cina, akhirnya Timnas Argentina mendarat di Jakarta. Kehadiran Tim Tango ini disambut langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Pertarungan Timnas Indonesia dengan Timnas Argentina ini menurut Erick menjadi ajang untuk mengadu nyali, skill, mental dan taktik untuk belajar dari tim peringkat pertama dunia.
Meski tanpa kehadiran Lionel Messi, juara Piala Dunia 2022 ini tetap serius untuk menghadapi Tim Garuda. Keseriusan ini dapat dilihat dari Presiden Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia yang memboyong pemain kelas dunia yang pada saat itu ikut membela Argentina di Piala Dunia Qatar seperti Alejandro Garnacho (Manchester United), Emiliano Martinez (Aston Villa), Enzo Fernandez (Chelsea), Rodrigo De Paul (Atletico Madrid), Julian Alvarez (Manchester City) dan Alexis Mac Allister (Liverpool).
Pengamat sepak bola, Pangeran Siahaan menilai tanpa kehadiran Messi, pertandingan antara Timnas Indonesia dengan Timnas Argentina selain tetap akan menjadi tontonan yang sangat menarik bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini juga akan menjadi sarana bagi masyarakat Indonesia untuk belajar banyak dari juara Piala Dunia 2022.
Meski Messi absen dalam laga tanding dengan Timnas Indonesia, tetapi Pangeran menilai Timnas Argentina serius untuk bertanding di GBK. Ini dapat dilihat dari skuad yang hadir. “Tim Argentina yang datang merupakan tim inti yang membawa Argentina menjadi juara dunia di Qatar tahun 2022 yang lalu. Memang ada beberapa pemain yang tak bisa hadir ke Indonesia karena liburan setelah mereka menyelesaikan Champions League. Tanpa adanya Messi atau pemain lain yang masih melakukan liburan, tak akan mengurangi status Argentina sebagai juara dunia 2022. Apa lagi skuad yang diboyong Argentina bukan kaleng-kaleng. Saya melihat pertandingan Timnas Indonesia dan Timnas Argentina ini masih menjadi suguhan yang sangat menarik untuk disaksikan oleh masyarakat Indonesia,” ucap Pangeran.
BACA JUGA: Alasan Timnas Argentina Tidak Bawa Messi ke Indonesia
Saat ini, Ketua PSSI Erick Thohir adalah orang yang bisa mengukir sejarah sepak bola dengan menghadirkan tim paling top yang pernah datang dan bertanding di Indonesia. Laga terakhir Timnas Indonesia dengan tim besar dunia dilakukan pada 2013.
Saat itu Timnas Indonesia menghadapi Timnas Belanda. Kehadiran Timnas Argentina ke Indonesia merupakan sebuah kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk menghadapi juara dunia sepak bola. Pertandingan ini akan menjadi pembelajaran yang sangat bagus bagi Timnas Indonesia.
Jika dilihat dari peringkat, kualitas dan performa antara Timnas Indonesia dengan Timnas Argentina, Pangeran mengakui adanya gap yang sangat jauh. Meski demikian, kesempatan untuk melawan juara dunia di lapangan hijau dinilai Pangeran merupakan sebuah kesempatan yang langka dan belum tentu dimiliki oleh semua negara.
Dengan begitu, upaya Ketua PSSI menghadirkan Timnas Argentina ke Indonesia merupakan langkah yang sangat tepat. Sehingga siapa pun yang hadir dan berapa pun skor akhir dari laga FIFA Matchday, menurut Pangeran bukan hal yang utama.
“Ada atau tidaknya Messi, pertandingan ini merupakan pertandingan yang harus disaksikan oleh masyarakat dan pencinta bola di Indonesia. Pertandingan dengan tim besar dunia tak setiap saat dapat dilakukan. Apa lagi Timnas Indonesia yang berada di peringkat 149 akan bertanding dengan peringkat pertama FIFA. Saya berharap nantinya pertandingan akan kompetitif. Skor menurut saya tak terlalu penting di pertandingan persahabatan seperti FIFA Match Day ini. Yang penting adalah dapat melihat Timnas Indonesia dapat bertanding dengan Timnas Argentina. Yang penting bagi saya nantinya adalah bagaimana dapat melihat skill, taktik, performa pemain. Belajar dari tim dunia merupakan modal untuk mengukir prestasi Timnas Indonesia dikemudian hari,” pungkas Pangeran.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Sebanyak 86.118 peserta KIP Kuliah lolos SNBT 2026, namun hanya 39.662 dinyatakan eligible menerima bantuan biaya pendidikan dan hidup.
China mewajibkan talenta AI mendapat izin pemerintah sebelum bepergian ke luar negeri demi mencegah kebocoran teknologi strategis.
Timnas Qatar akan melawan Republik Irlandia dalam uji coba Piala Dunia 2026. Julen Lopetegui rampingkan skuad jelang turnamen di Amerika Utara.
Xpeng GX 2026 mencatat hampir 25.000 pesanan dalam 12 jam di Tiongkok berkat harga agresif dan fitur SUV listrik canggih.
Lewis Hamilton menyebut sang ibu sebagai jimat keberuntungan usai meraih podium kedua bersama Ferrari di GP Kanada 2026.