Padukan Sains dan Kebijakan Publik, Bupati Kulon Progo Raih Penghargaan Nasional
Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., meraih penghargaan nasional Indonesian Leadership Matrix Award 2026 di Plataran Hotel, Bali, Jumat
Cameron Stefano Gallardo berfoto bersama Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo./Istimewa
SLEMAN—Atlet motocross asal Jogja, Cameron Stefano Gallardo bersama kedua orang tuanya, Fani Suwito dan Rossi mengunjungi Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo di Rumah Dinas Bupati Sleman, pada Senin (28/8/2023).
Keluarga Fano mengunjungi Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo untuk menyampaikan permohonan restu dan berpamitan sebelum Fano memulai perjalanan menuju Belgia.
Dalam pertemuan tersebut, Fani Suwito, sang ayah, dengan penuh semangat menjelaskan rencana masa depan Fano di dunia balap motor. "Ke depannya Fano akan berlatih di Belgia dengan harapan dapat mengikuti EMX, kejuaraan motocross seluruh Eropa pada 2024. Lalu, dia juga akan mengikuti Junior Motocross Championship [JMX] sekitar Juli tahun depan untuk mewakili Indonesia," kata dia lewat rilis, Kamis (31/8/2023).
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengaku bangga terhadap Fano dan pencapaiannya. Dengan tulus, beliau mengungkapkan rasa bangga. "Fano, saya sangat bangga. Saya bangga Fano bisa mewakili Indonesia dan dapat berlatih di Belgia," kata Bupati.
BACA JUGA: Rebut 1 Emas, Anggar Sleman Apresiasi para Atlet Muda
Tak hanya itu, Bupati Sleman juga menyoroti sifat penting yang harus dimiliki oleh seorang pembalap. Beliau menyebut bahwa keberanian dan keyakinan diri adalah faktor penting dalam dunia balap motor yang penuh tantangan.
"Sebagai pembalap, dibutuhkan keberanian dan keyakinan diri. Persiapan yang matang dan menjaga kepercayaan diri sangat penting. Fano telah berlatih sejak usia 6 tahun, dan ini adalah perjalanan yang harus terus ditempuh karena lawan-lawan yang dihadapi tidak hanya dari dalam negeri, melainkan juga dari mancanegara," ucap Kustini.
Dalam kesempatan ini, Rosy Liana selaku ibu dari Fano juga turut menyampaikan dukungan dari keluarga yang diberikan untuk Fano. “Fano ini rajin dalam berlatih karena memang balap merupakan keinginannya sendiri. Saya sebagai Ibu memastikan bahwa Fano makan dan istirahat dengan benar untuk menunjang performanya di Sirkuit.”
Kehadiran Fano dan keluarganya di Rumah Dinas Bupati Sleman juga menunjukkan dukungan dan perhatian dari pemerintah daerah terhadap prestasi anak-anak muda berbakat. Momen ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki bibit-bibit unggul di berbagai bidang, termasuk dalam olahraga balap motor yang menuntut keterampilan, ketekunan, dan tekad kuat.
Perjalanan Fano ke Belgia bukan hanya perjalanan untuk diri sendiri, tetapi juga perjalanan yang membawa nama Indonesia dan semoga dapat menjadi kebanggaan. Dengan harapan besar dan tekad yang kuat, Fano menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk bermimpi besar dan bekerja keras menuju puncak kesuksesan di kancah internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., meraih penghargaan nasional Indonesian Leadership Matrix Award 2026 di Plataran Hotel, Bali, Jumat
Sleman menjadi lokasi uji coba Program Perintis 10 Hari untuk mempercepat balik nama tanah sekaligus mengoptimalkan penerimaan PPh dan BPHTB.
HATO memperkenalkan HATO Fillet dengan kandungan dada ayam asli hingga 80% dalam Chicken & Egg Run 2026 yang diikuti lebih dari 3.000 pelari.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji penggabungan empat SD yang kekurangan murid setelah lima sekolah lebih dulu menjalani regrouping pada 2026.
Bea Cukai Yogyakarta mengamankan dua WN China yang diduga membawa 4,2 kg emas senilai hampir Rp11 miliar tanpa dokumen pabean di Bandara YIA.
Kemarau diprediksi berlanjut hingga November atau Desember. Jadwal tanam padi di Imogiri dan Dlingo, Bantul, berpotensi mundur