BEDAH BUKU: Pentingnya Mencegah Stunting sejak Kehamilan
Stunting atau tengkes ternyata tidak selalu identik dengan faktor kemiskinan, melainkan juga dipicu oleh minimnya pengetahuan orang tua mengenai pemenuhan gizi
Erick Thohir menyalami pesepakbola muda - ist
Harianjogja.com, SURABAYA—Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir menegaskan dalam membangun olahraga, khususnya sepakbola, harus dilakukan dengan cara kolaborasi dan tidak bisa jalan sendiri.
Apalagi, menurut Erick, untuk mengejar ketertinggalan sepakbola Indonesia dengan negara-negara, PSSI membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya perguruan tinggi.
Hal itu dinyatakan Ketum PSSI saat melakukan penandatanganan MoU dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), seperti Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Negeri Semarang yang memiliki FIK, Jumat (8/9/2021) di Kampus UNESA, Surabaya, Jatim.
Dalam kesempatan itu, Erick juga menggelar sesi tanya jawab secara terbuka untuk mencari solusi sepakbola Indonesia.
"Saya amati, salah satu kunci suatu negara yang sepak bolanya maju terdapat pada kemampuan manajerialnya. Selain itu sepak bola saat ini benar-benar memanfaatkan science dan teknologi. Atas dasar itulah, saya antusias menyambut kerja sama dengan UNESA dan LPTK lain karena jika ingin melihat progres yang signifikan dari sepakbola Indonesia, kita butuh basis sport science yang domainnya ada di perguruan tinggi," ucap Erick Thohir di depan civitas akademika dan sekitar lima ratus mahasiswa UNESA yang hadir.
BACA JUGA: Belasan Orang Merusak SPBU di Sleman, Polisi Masih Kejar Pelaku
Erick menyatakan dipilihnya UNESA dan 12 LPTK sebagai perguruan tinggi yang diajak kerja sama dengan PSSI tak lain karena selama ini ilmu olahraga sudah banyak dipelajari di banyak universitas.
PSSI akan menjadi lembaga untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu olahraga, sekaligus memberikan sertifikasi agar terjadi sinergi yang saling menguntungkan dan memberi manfaat.
"Oleh sebab itu, karena universitas merupakan gudangnya ilmu, termasuk ilmu olahraga, maka bagi kami di PSSI, sebaiknya urusan pengembangan riset untuk kemajuan sepakbola dan juga pendidikan pelatih serta wasit diserahkan ke universitas. Ini akan memberikan dampak ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi sumber daya manusia yang mempelajari sports science," kata Erick.
Dalam kesempatan itu Erick juga meminta kepada mahasiswa untuk berpikir kreatif dan adaptif dalam menghadapi tantangan masa depan di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi.
"Saya sudah katakan, PSSI bukan menara gading. Jadi tetap perlu kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami butuh adik-adik mahasiswa, yang sudah kuliah dua atau empat tahun, diprioritaskan untuk bantu Indonesia dengan menjadi wasit, pelatih, atau bahkan ahli gizi. Termasuk memajukan industri olahraga. Asal syaratnya, harus sesuai standarisasi yang ditentukan," katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stunting atau tengkes ternyata tidak selalu identik dengan faktor kemiskinan, melainkan juga dipicu oleh minimnya pengetahuan orang tua mengenai pemenuhan gizi
Masa depan Lionel Scaloni menjadi sorotan setelah Argentina kalah di final Piala Dunia 2026 dan menghadapi tantangan regenerasi skuad.
Sebanyak 122.887 warga masuk daftar calon pemilih Pilur Gunungkidul 2026. Data masih diverifikasi sebelum ditetapkan sebagai DPT.
Sebuah peternakan sapi perah terpadu berskala besar dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor mulai dibangun di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Brebes
Pemerintah memperkuat 28.438 mitra Warung Pangan melalui ID FOOD untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memperpendek rantai distribusi.
event penutup Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo ini sukses menyedot perhatian 2.000 pelari sekaligus menggerakkan sektor perhotelan dan UMKM setempat