Menkeu: APBN 2025 Efisien, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyaksikan pertandingan babak final Piala Dunia U-17 2023 antara Timnas Jerman melawan Timnas Prancis di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (2/12/2023). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.
Harianjogja.com, SOLO—Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengungkapkan gelaran Piala Dunia U-17 2023 banyak memberi pelajaran buat Indonesia terutama terkait pembinaan pemain muda.
"Piala Dunia U-17 menjadi contoh pentingnya kita serius akan pembinaan usia dini. Untuk membentuk Timnas senior yang solid perlu ditopang pembinaan yang berkesinambungan," Erick Thohir dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (3/12/2023).
BACA JUGA: Kalahkan Prancis di Final, Timnas Jerman Juara Piala Dunia U17 2023
"PSSI mendapat pelajaran banyak dari Piala Dunia U-17, tak hanya sebagai pengelola event tapi juga pemikiran masa depan berkaitan dengan pembinaan," sambung Erick.
Gelaran Piala Dunia U-17 2023 telah usai dengan menobatkan tim nasional Jerman U-17 2023 sebagai juara usai menang secara dramatis menang atas Prancis pada pertandingan final yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Sabtu.
Jerman merebut kemenangan dalam adu penalti atas Prancis dengan skor 4-3, setelah dalam waktu normal pertandingan skor imbang 2-2.
"Jerman pantas menjadi juara. Semenjak babak penyisihan, grafik performa mereka (Jerman) terus menanjak. Mereka menyingkirkan tim kuat Spanyol (di perempat final) dan Argentina (di semifinal) sebelum akhirnya bersua Prancis di laga puncak," ujar mantan Presiden Inter Milan tersebut.
BACA JUGA: Hadapi Maharsa Jenar, PSS Tingkatkan Aspek Permainan Kolektif Dalam Mempertahankan Bola
Erick Thohir yang juga merupakan Menteri BUMN tersebut menilai pertandingan final berlangsung klimaks, karena Prancis juga menunjukkan mental juara meski sempat tertinggal dua gol dan membuat pemenang pertandingan harus diputuskan melalui babak adu penalti.
"Pertandingan yang benar-benar mendebarkan. Final yang klimaks. Prancis menunjukkan mentalitas tidak mengenal menyerah. Walau tertinggal mereka bisa mengejar skor untuk memaksakan pertandingan disudahi dengan adu penalti," kata Erick yang juga menjadi Ketua LOC Piala Dunia U-17 tersebut.
Hasil final di turnamen Piala Dunia U-17 yang pertama kali digelar di Indonesia tersebut, membuat Jerman untuk pertama kalinya merengkuh gelar juara sejak keikutsertaannya pada tahun 1985.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Robert Lewandowski mengungkap alasan memilih bergabung dengan Chicago Fire di MLS setelah meninggalkan Barcelona usai empat musim.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan keberangkatan dari Jogja mulai pukul 05.05 WIB hingga 22.35 WIB.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.