KDMP Gunungkidul Dibangun di 30 Titik, Ini Persoalan di Lapangan
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Pemain PSIM Samuel Simanjuntak saat berupaya melewati pemain Persiraja Banda Aceh di Stadion Mandala Krida, Rabu (17/1/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Laga babak 12 Besar Pegadaian Liga 2 2023 antara PSIM Jogja vs Persiraja Banda Aceh berakhir dengan skor imbang 1-1. Bermain di Stadion Mandala Krida, Rabu (17/1/2024), Hariono dan kolega gagal memanfaatkan keunggulan skor setelah Persiraja berhasil menyamakan kedudukan di menit akhir babak kedua.
Laga tersebut berjalan cukup seru dan menarik. Berbeda ketika menang atas tamunya, PSMS Medan beberapa hari sebelumnya, permainan PSIM Jogja kali ini sedikit lebih terbuka.
PSIM Jogja banyak menciptakan peluang di babak pertama. Sebaliknya tim tamu juga sesekali berusaha keluar dari tekanan dan melakukan serangan balik kepada tim lawan.
Namun, sampai babak pertama usai tidak ada gol yang tercipta bagi kedua tim. Penyelesaian akhir masih menjadi catatan bagi Laskar Mataram.
Di babak kedua, perubahan yang dilakukan juga tak terlihat signifikan. Pergantian pemain di tubuh tuan rumah belum mampu memecahkan kebuntuan.
Skuat Laskar Mataram masih saja kesulitan membongkar pertahanan Laskar Rencong.
Akhirnya gol yang ditunggu-tunggu tiba ketika di menit ke-76, Ari Maring sukses memanfaatkan kemelut di depan kotak penalti.
Masuknya pemain gaek, Ferdinand Sinaga membuyarkan pesta Laskar Mataram. Di penghujung laga, tepatnya pada menit ke-89, mantan penyerang Persebaya itu berhasil menyamakan kedudukan yang berawal dari lemparan ke dalam dan umpan dari Islom Karimov.
Laskar Mataram pun harus puas berbagi angka meski tim tamu bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-54 menyusul kartu merah yang diberikan wasit kepada pemain Persiraja, Agus Suhendra.
Pelatih Kepala PSIM Jogja, Kas Hartadi meminta maaf lantaran timnya gagal meraih poin penuh di laga ini. "Sore ini kami gagal meraih tiga poin dan kecolongan di menit akhir. Mudah-mudahan ke depan kami lebih bagus lagi saat away di Aceh," katanya.
Kas menyebut hasil ini tentunya membuat semua pihak kecewa. Tidak hanya dirinya melainkan juga pemain dan para fan. "Kami memang menang jumlah pemain dan kecolongan di menit akhir dari skema set piece, sebetulnya saya sudah teriak ke pemain, tetapi itulah sepakbola, dua menit saja bisa mengubah kedudukan," jelasnya.
Kas enggan menyalahkan pemainnya dengan hasil imbang itu. Menurutnya instruksi sudah diberikan dan memang hari ini bukan hari keberuntungan bagi anak asuhnya. "Bukan enggak ikuti, saya teriak ya mungkin gak dengar, kami memang masih evaluasi terus di bola set piece. Bahkan kami sudah coba semua dari serangan winger tetapi mereka compact defense dan sulit, mereka turun semua di depan kotak penalti," katanya.
BACA JUGA: Prediksi dan Susunan Pemain PSIM vs Persiraja, Waspadai Kebangkitan Laskar Rencong
Pelatih kepala Persiraja Achmad Zulkifli mengaku laga kontra PSIM tersebut berjalan seru dan menarik. "Partai seru dan menarik, kami semua bermain dengan game plan di awal tetapi setelah kartu merah kami ganti taktik dan berhasil curi poin satu di Jogja," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.
Bursa karbon menjadi instrumen ekonomi hijau Indonesia. Simak cara kerja, mekanisme perdagangan, peserta, dan peluang cuan dari unit karbon.
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Gempa NTT M7,7 menewaskan 47 orang dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. BNPB mencatat kerusakan masif di sejumlah wilayah.