Sumur Mengering, 9 SD di Sleman Masih Butuh Bantuan Air Bersih
Sebanyak 9 SD di Sleman masih membutuhkan bantuan air bersih akibat sumur mengering. BPBD menyalurkan 2.000 liter air tiap sekolah.
Eks Direktur Operasional PSS Sleman AR (berkemeja putih) sebelum ditahan karena menjadi tersangka pengaturan skor./Istimewa-Kejari Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Eks Direktur Operasional PT PSS Sleman, AR, ditahan dalam kasus mafia bola, Jumat (2/2/2024). AR diduga memberikan perintah untuk menyuap agar skor pertandingan dapat diatur.
Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman, Agung Wijayanto,mengatakan tersangka dan barang bukti dilimpahkan pada Jumat (2/2/2024). Satgas Antimafia Bola yang dikirim Mabes Polri berkoordinasi dengan Kejari Sleman pada Jumat (2/2/2024) sore dan menahan AR di ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda DIY.
AR ditahan di Polda DIY hingga 20 hari ke depan.
BACA JUGA: Masa Kerja Direktur Operasional PT PSS Antonius Rumadi Berakhir di Tengah Jeda Internasional
"Hari ini tanggal 2 Februari 2024 penyidik Mabes Polri telah menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Sleman. Oleh jaksa sudah dilakukan penelitian, kemudian tersangka oleh jaksa. Tersangka dulu adalah Direktur Operasional PT PSS," kata Agung.
Agung menjelaskan AR berperan besar dalam pengaturan skor karena memerintahkan untuk mengeluarkan uang suap kepada wasit.
"AR yang memerintahkan untuk mengeluarkan uang untuk suap itu," jelasnya.
BACA JUGA: Kasus Mafia Bola yang Libatkan PSS Mulai Diproses Kejari Sleman
AR terancam dijerat dengan Pasal 2 Undang-undang No. 11/1980 tentang Tindak Pidana Suap Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sebelumnya Kejari Sleman telah menerima pelimpahan tahap II kasus pengaturan skor dalam pertandingan Liga 2 tahun 2018. Pada Kamis (18/1/2024) Kejari Sleman menerima limpahan kasus tujuh tersangka yang tergabung dalam lima berkas perkara. Adapun ketujuh tersangka tersebut masing-masing berinisial VW, KM, dan DRN sebagai pemberi suap dan K, RP, AS dan R bertindak sebagai penerima suap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 9 SD di Sleman masih membutuhkan bantuan air bersih akibat sumur mengering. BPBD menyalurkan 2.000 liter air tiap sekolah.
Sejumlah akademisi ilmu sosial dan politik berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyoroti kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi
Anggota DPRD Sleman Wahyudi Kurniawan mendorong penguatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kapanewon Tempel.
Harga BBM 24 Oktober 2026 masih mengacu pada tarif September. Cek harga Pertalite, Pertamax, Dexlite, Shell, Vivo, dan BP-AKR.
Pemerintahan Donald Trump dikabarkan akan mencabut tarif 50 persen atas sejumlah barang Kanada menjelang pemilu sela Kongres AS.
MenPPPA Arifah Fauzi mengajak Wanita Syarikat Islam memperkuat kemandirian ekonomi, mencegah kekerasan, dan melahirkan pemimpin perempuan.