Polemik Kerugian Negara, Pakar Hukum Soroti Batas Risiko Bisnis
Hardjuno Wiwoho menilai batas risiko bisnis dan korupsi perlu diperjelas agar kepastian hukum terjaga tanpa melemahkan pemberantasan korupsi.
Legenda bulu tangkis Indonesia Iie Sumirat dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Legok Ciseureuh, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/7/2025). (ANTARA/Rubby Jovan)
Harianjogja.com, BANDUNG—Jenazah Iie Sumirat, legenda bulu tangkis Indonesia dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Legok Ciseureuh, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/11/2025) siang.
Iie meninggal dunia pada Selasa (22/7) pukul 19.30 WIB akibat komplikasi penyakit yang dideritanya sejak satu tahun terakhir.
Putra mendiang, Yayang Tryawan, mengenang sosok sang ayah sebagai figur yang tegas namun penuh kasih.
“Sosok bapak itu tegas, tapi nggak pernah marah. Baik ke semuanya, ya seperti orang tua pada umumnya,” kata Yayang di Bandung, Rabu.
Menurut Yayang, kondisi kesehatan Iie Sumirat mulai menurun sejak tendon kakinya putus saat masih aktif melatih. Cedera tersebut tidak disadari yang akhirnya berdampak ke organ tubuh lainnya, termasuk paru-paru.
“Awalnya dari tendon yang putus, tapi bapak masih terus melatih. Lama-kelamaan merambat ke atas, sampai ke paru-paru, dan akhirnya jadi komplikasi,” kata dja.
Menurut dia, sejak tiga bulan terakhir, kondisi Iie Sumirat semakin memburuk hingga tak lagi dapat berkomunikasi secara lancar. Ia sempat dirawat intensif selama delapan hari di ruang ICU sebelum mengembuskan napas terakhir.
“Naik turun terus kondisinya, mungkin ini yang terbaik buat bapak,” ujar Yayang. Sebagai mantan atlet nasional yang berkiprah di era 1970-an, Iie Sumirat turut mencetak atlet-atlet muda berprestasi di dunia bulu tangkis Indonesia seperti Taufik Hidayat.
“Sangat bangga punya bapak seperti beliau. Bapak adalah atlet yang juga mampu melahirkan atlet. Itu membanggakan sekali bagi kami sekeluarga,” ucap Yayang.
Iie Sumirat merupakan salah satu pilar kejayaan bulu tangkis Indonesia pada era 1970-an. Ia dikenal luas atas kontribusinya dalam mengantarkan tim Indonesia merebut berbagai gelar bergengsi di level internasional, termasuk Piala Thomas.
Pada edisi 1976, Iie menjadi bagian dari skuad Merah Putih yang sukses menjuarai Thomas Cup. Empat tahun berselang, ia kembali dipercaya memperkuat tim nasional sebagai tunggal utama dan membawa Indonesia kembali menjuarai turnamen beregu paling prestisius di dunia itu pada 1979.
Selain prestasi beregu, Iie juga mencetak pencapaian penting di nomor perorangan. Ia meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia 1977, yang merupakan edisi perdana dari ajang tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Hardjuno Wiwoho menilai batas risiko bisnis dan korupsi perlu diperjelas agar kepastian hukum terjaga tanpa melemahkan pemberantasan korupsi.
Dispar Kulonprogo memberlakukan permanen retribusi QRIS di Pantai Glagah dan menargetkan perluasan ke destinasi lain, termasuk Waduk Sermo.
Penyidik Satreskrim Polres Bantul menetapkan seorang pria berinisial W, 44, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan.
Pemerintah mendukung transisi telur bebas sangkar, tetapi kesiapan pasokan, harga, distribusi, dan kesadaran konsumen masih menjadi tantangan.
Reza Rahadian mengungkap tiga adegan favorit di film Laut Bercerita, mulai dari penjara hingga tantangan syuting di kedalaman laut.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp8 miliar untuk sanitasi permukiman, dengan target layanan aman bagi sekitar 600 KK setiap tahun.