Alex Marquez Minta Sprint Race MotoGP Dipangkas Jadi 6 Kali

Jumali
Jumali Jum'at, 23 Oktober 2026 16:17 WIB
Alex Marquez Minta Sprint Race MotoGP Dipangkas Jadi 6 Kali

Alex Marquez/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Pebalap Gresini Racing, Alex Marquez, menilai jadwal MotoGP perlu mempertimbangkan keselamatan dan keberlangsungan karier pebalap. Ia meminta jumlah sprint race dikurangi setidaknya separuh, dengan enam atau tujuh balapan sprint dalam satu musim sebagai jumlah yang ideal.

Usulan tersebut muncul di tengah format MotoGP yang menghadirkan dua balapan pada setiap akhir pekan, yakni sprint race pada Sabtu dan balapan utama pada Minggu. Menurut Alex, tambahan balapan membuat pebalap semakin sering menghadapi tekanan fisik dan risiko ketika harus melaju mendekati batas kemampuan.

Dikutip dari Crash.net pada Kamis (22/10/2026), pebalap asal Spanyol itu menilai tuntutan terhadap pebalap saat ini sudah terlalu besar. Ia juga menyoroti peningkatan kecepatan serta jumlah putaran yang harus dijalani dalam kondisi kompetitif.

“Dengan format baru, mereka ingin menghadirkan tontonan yang lebih menarik. Namun, tontonan yang lebih menarik juga berarti risiko yang lebih besar,” kata Alex.

Alex Marquez Soroti Risiko Cedera

MotoGP mulai menerapkan sprint race pada setiap akhir pekan balapan sejak 2023. Format ini menambah satu balapan berdurasi lebih pendek pada Sabtu, sementara balapan utama tetap berlangsung pada Minggu.

Kehadiran sprint race membuat kalender kejuaraan tersebut mencakup total 44 balapan dalam satu musim, jika balapan sprint dan balapan utama dihitung bersama. Jumlah itu bukan berarti terdapat 44 seri berbeda, melainkan dua jenis balapan yang digelar sepanjang kalender kejuaraan.

Alex menilai penambahan sprint race turut meningkatkan risiko cedera yang dihadapi pebalap. Namun, pernyataan tersebut merupakan pandangannya sebagai pebalap dan tidak dengan sendirinya membuktikan peningkatan cedera berdasarkan data statistik.

Menurut dia, tuntutan untuk terus tampil maksimal perlu dipertimbangkan bersama dampak terhadap kondisi pebalap. Upaya menghadirkan lebih banyak aksi di lintasan, kata Alex, seharusnya tidak mengabaikan keselamatan mereka.

Format MotoGP 2027 Kembali Berubah

Perhatian terhadap beban kerja pebalap juga mengemuka menjelang perubahan format akhir pekan MotoGP pada 2027. Penyelenggara telah mengumumkan penambahan sesi kualifikasi khusus untuk menentukan posisi start sprint race.

Berdasarkan pengumuman resmi MotoGP, sesi kualifikasi sprint akan berlangsung selama 15 menit pada Jumat. Sementara itu, sesi latihan Jumat sore yang sebelumnya berdurasi lebih panjang akan diganti dengan FP2 selama 30 menit, dan sesi pemanasan MotoGP pada Minggu dihapus dari jadwal.

Perubahan tersebut menambah sesi yang harus dijalani pebalap pada Jumat, meski durasi sejumlah sesi lain turut disesuaikan. Format baru ini dirancang untuk memisahkan penentuan posisi start sprint race dan balapan utama.

Bagi Alex, penambahan tuntutan dalam kalender balapan perlu dilihat dari dampaknya terhadap pebalap, bukan hanya daya tarik tontonan. Ia menilai keberlangsungan karier para pebalap harus menjadi bagian dari pertimbangan penyelenggara.

Alex Ingin Pebalap Muda Punya Karier Panjang

Alex yang berusia 30 tahun mengatakan, persoalan ini tidak hanya menyangkut dirinya. Ia secara khusus menyinggung pebalap muda seperti Pedro Acosta dan Fermin Aldeguer yang masih berada pada usia 20-an.

Menurut Alex, jumlah balapan dan tekanan yang menyertainya dapat menjadi tantangan besar bagi pebalap yang diharapkan berkarier dalam jangka panjang. Ia pun meminta MotoGP menjaga para pebalap muda agar mereka dapat terus berkompetisi selama mungkin.

“Saya berusia 30 tahun. Bagi saya, pensiun setahun lebih cepat atau lebih lambat tidak terlalu berpengaruh,” ujarnya.

“Namun, mereka perlu menjaga para pebalap muda, seperti Pedro Acosta, Fermin Aldeguer, dan yang lainnya. Mereka masih berusia 20-an tahun, dan dengan jumlah balapan sebanyak ini, semuanya akan menjadi berat bagi mereka,” kata Alex.

Ia menegaskan, MotoGP sebaiknya tidak hanya berorientasi pada daya tarik balapan dalam jangka pendek. Kejuaraan tersebut juga perlu menjaga para pebalap yang menjadi bagian penting dari keberlangsungan olahraga ini.

“Mereka harus berfokus menciptakan pahlawan, tetapi pahlawan untuk jangka panjang, bukan hanya jangka pendek,” tuturnya.

Karena itu, Alex mengusulkan jumlah sprint race dipangkas setidaknya setengah dari format saat ini. Ia menilai enam atau tujuh sprint race per musim sudah cukup untuk mempertahankan daya tarik kompetisi sekaligus mengurangi tuntutan tambahan yang dihadapi pebalap.

Usulan itu masih merupakan pandangan Alex Marquez, bukan keputusan resmi MotoGP. Hingga ada pengumuman dari penyelenggara, format sprint race yang berlaku tetap menjadi bagian dari kalender kejuaraan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online