Mabes Polri Tangani Kasus Tenggelamnya KM Virgo Transport 8
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
Mantan Pelatih Tim Nasional Indonesia Shin Tae-yong. - Antara/Fikri Yusuf
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut Shin Tae-yong adalah masa lalu bagi timnas Indonesia. Ia menegaskan pentingnya fokus mencari pelatih baru dengan visi jangka panjang.
"Kalau saya pikir gini. Kita kan mesti move on. Kalau kita move on sama Patrick, ya kita juga move on sama Shin Tae Yong," ujar Erick dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Kursi pelatih kepala timnas Indonesia saat ini sedang kosong menyusul perpisahan tim Garuda dengan Kluivert pada pekan lalu, setelah kegagalan menembus Piala Dunia 2026 yang dimainkan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sejumlah nama pelatih baru yang berkiprah di Asia hingga ke daratan Eropa pun mulai disebut-sebut oleh suporter menjadi kandidat ideal menangani timnas.
Dari beberapa kandidat itu, nama Shin Tae-yong muncul, dengan dia pernah melatih tim ini selama lima tahun sejak awal 2020. Namun, Erick menegaskan bahwa pelatih asal Korea Selatan itu adalah "masa lalu" dari timnas Indonesia dan kini sudah saatnya move on.
Perihal move on, Erick juga sudah menegaskan hal ini pada Januari lalu ketika PSSI menunjuk Kluivert sebagai pelatih anyar untuk menggantikan Shin Tae-yong.
Erick, yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, mengatakan bahwa baik Shin Tae-yong dan Kluivert sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.
Dan dari evaluasi kelebihan dan kekurangan kedua pelatih itu, kata dia, pihaknya akan menggunakannya untuk mencari profil pelatih baru.
"(Kedua pelatih) itu sudah masa lalu. Jadi kita harus moving forward, mencari pelatih baru, yang kita melihat kekurangan dan kelebihan STY maupun Patrick," kata Erick.
"Kita kan lagi mencari profil, yang dengan segala pertimbangan, kita lihat STY, kita lihat Patrick, kekurangan dan kelebihan apa, kalau bisa dibetulin di pelatih berikutnya," ucap Erick menambahkan.
Pria 55 tahun itu mengungkapkan, mencari pelatih baru tidak mudah. Hal ini dikarenakan reputasi Indonesia secara peringkat dunia FIFA yang masih rendah karena di luar 100 besar.
“Saya lagi coba buka komunikasi ke banyak pihak, karena jangan sampai persepsi yang terjadi beberapa kali terakhir ini mempersulit posisi kita mencari pelatih. Ranking kita masih rendah, jadi tidak mudah meyakinkan pelatih untuk datang,” jelas Erick.
Kini, ia juga mengaku sedang menggunakan jejaring internasionalnya untuk mendapatkan pelatih yang tepat menangani timnas Indonesia untuk program jangka panjang.
"Jadi yang sekarang saya lagi coba lakukan dengan jaringan internasional saya, memberi confidence (kepercayaan diri) balik bahwa kita tetap ingin punya long term program (program jangka panjang). Apa yang terjadi kemarin-kemarin itu ya bagian dari bentuk result (hasil) yang harus kita tanggung jawab,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.