Indonesia vs Malaysia: Menang Belum Tentu Lolos Final, Ini Syaratnya

Jumali
Jumali Sabtu, 26 September 2026 18:07 WIB
Indonesia vs Malaysia: Menang Belum Tentu Lolos Final, Ini Syaratnya

Pesepak bola Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen (tengah) berselebrasi bersama rekannya usai mencetak gol ke gawang Timnas Singapura dalam pertandingan penyisihan Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026). /Antara-Rivan Awal Lingga

Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Indonesia berpeluang mengunci tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 saat menghadapi Malaysia pada matchday kedua Grup A Divisi 1.

Indonesia dijadwalkan menghadapi Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) pukul 19.30 WIB. Pertandingan ini menjadi penting karena kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin setelah memenangi laga pembuka.

Indonesia mengawali turnamen dengan mengalahkan Singapura 2-0 melalui gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny. Sementara itu, Malaysia menang 3-0 atas Bangladesh.

FIFA mencatat kedua negara saat ini bersaing di Grup A Divisi 1 bersama Singapura dan Bangladesh. Format kompetisi menggunakan sistem satu putaran, sehingga setiap tim memainkan tiga pertandingan di fase grup. Hanya juara grup yang berhak tampil di final Divisi 1.

Menang atas Malaysia Belum Otomatis Lolos

Pertanyaan yang muncul adalah apakah Indonesia langsung lolos ke final jika mampu mengalahkan Malaysia.

Jawabannya, belum otomatis.

Jika Indonesia mengalahkan Malaysia, skuad Garuda akan mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. Namun, kepastian lolos bergantung pada hasil pertandingan lain antara Singapura dan Bangladesh pada hari yang sama.

Singapura dijadwalkan menghadapi Bangladesh di SUGBK pada Senin (28/9) pukul 16.00 WIB, beberapa jam sebelum laga Indonesia melawan Malaysia.

Ada dua skenario yang membuat Indonesia langsung mengunci posisi pertama.

Pertama, Singapura menang atas Bangladesh.

Dalam kondisi ini, Singapura mengoleksi enam poin, sedangkan Indonesia juga enam poin. Namun, Indonesia memiliki keunggulan dari pertemuan langsung karena telah mengalahkan Singapura 2-0.

Kedua, Singapura bermain imbang dengan Bangladesh.

Hasil tersebut membuat Singapura baru mengumpulkan dua poin. Jika Indonesia kemudian menang atas Malaysia, Garuda akan memiliki enam poin dan tidak mungkin dikejar Singapura.

Dengan demikian, Indonesia dipastikan lolos ke final jika menang atas Malaysia dan Singapura minimal bermain imbang dengan Bangladesh.

Bagaimana Jika Singapura Kalah?

Situasinya berbeda jika Bangladesh mengalahkan Singapura.

Dalam skenario tersebut, Bangladesh mendapatkan tiga poin dan tetap memiliki peluang bersaing di papan atas. Jika Indonesia menang atas Malaysia, klasemen sementara akan membuat Garuda mengoleksi enam poin, sedangkan Malaysia dan Bangladesh masing-masing tiga poin.

Namun, tiket final belum dapat dipastikan karena masih ada matchday terakhir.

Pada 1 Oktober, Indonesia akan menjamu Bangladesh, sedangkan Malaysia menghadapi Singapura. Kedua pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung bersamaan pukul 19.30 WIB.

Artinya, jika Indonesia menang atas Malaysia tetapi Singapura kalah dari Bangladesh, penentuan juara Grup A masih dapat bergantung pada hasil pertandingan terakhir.

Jika Terjadi Poin Sama

Regulasi FIFA ASEAN Cup memiliki mekanisme khusus untuk menentukan posisi tim apabila terdapat dua atau lebih negara yang mengakhiri fase grup dengan jumlah poin sama.

Kriteria tersebut mengutamakan hasil pertemuan langsung di antara tim-tim yang memiliki poin sama, sebelum beralih ke selisih gol dan jumlah gol dalam pertandingan antartim terkait. Setelah itu, regulasi berlanjut ke kriteria pada seluruh pertandingan grup dan indikator lainnya.

Karena itu, kemenangan Indonesia atas Malaysia akan menjadi modal penting jika pada akhir fase grup terjadi persamaan poin.

Namun, hasil pertandingan terakhir tetap harus diperhitungkan, terutama apabila tiga tim—Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh—berakhir dengan jumlah poin yang sama.

Herdman Ingatkan Pemain Tak Terjebak Rivalitas

Selain persoalan klasemen, duel Indonesia dan Malaysia juga dibumbui rivalitas panjang kedua negara.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengaku sudah merasakan besarnya perhatian terhadap pertandingan tersebut. Ia bahkan mengatakan orang-orang yang ditemuinya di tempat tinggal terus mengingatkan agar Indonesia mengalahkan Malaysia.

"Setiap hari saat sarapan, orang yang sama mengatakan kepada saya, 'Malaysia, Malaysia, Anda harus menang'," kata Herdman seusai Indonesia mengalahkan Singapura.

Herdman mengaku memahami atmosfer pertandingan penuh rivalitas karena berasal dari Newcastle, Inggris. Ia kemudian mengibaratkan duel Indonesia-Malaysia dengan Derby Tyne-Wear antara Newcastle United dan Sunderland.

Meski memahami besarnya rivalitas tersebut, Herdman meminta pemainnya tetap menghormati pertandingan dan tidak terbawa suasana.

Baginya, fokus utama tetap pertandingan di lapangan. Indonesia membutuhkan hasil maksimal untuk membuka jalan menuju final FIFA ASEAN Cup 2026.

Jadwal Indonesia vs Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026—Divisi 1 Grup A

  • Pertandingan: Malaysia vs Indonesia

  • Hari/tanggal: Senin, 28 September 2026

  • Kick-off: 19.30 WIB

  • Stadion: Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta

Sebelum laga tersebut, Singapura akan menghadapi Bangladesh di venue yang sama pada pukul 16.00 WIB. Hasil pertandingan itu akan ikut menentukan apakah Indonesia bisa langsung memastikan tiket final setelah menghadapi Malaysia.

Dengan demikian, kemenangan atas Malaysia merupakan langkah besar bagi Indonesia, tetapi belum selalu berarti tiket final langsung terkunci. Kepastian juga ditentukan hasil Singapura-Bangladesh dan, dalam skenario tertentu, pertandingan terakhir fase grup.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online