Advertisement
Persija vs Persijap di GBK, Macan Kemayoran Bidik Kemenangan
Para pemain timnas Indonesia U-17 ketika melakoni latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/10/2023). - Antara - Zaro Ezza Syachniar\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Persija Jakarta membuka kalender pertandingan 2026 dengan misi jelas: meraih kemenangan. Macan Kemayoran dijadwalkan menjamu Persijap Jepara pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (3/1/2026), kickoff pukul 15.30 WIB.
Modal positif dibawa Persija usai mencatat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Bhayangkara FC pada laga sebelumnya, 29 Desember 2025. Hasil tersebut memberi dorongan kepercayaan diri bagi skuad asuhan Mauricio Souza, yang dinilai mulai menemukan keseimbangan antara solidnya pertahanan dan efektivitas serangan.
Advertisement
Meski harus tampil tanpa sejumlah pemain inti akibat sanksi, Persija tetap menatap laga ini dengan optimisme. Fabio Calonego dan Ryo Matsumura dipastikan absen karena hukuman kartu dan sanksi Komite Disiplin PSSI. Namun, Mauricio menegaskan absennya pemain tidak akan mengubah karakter permainan tim.
“Siapa pun yang bermain harus menunjukkan identitas Persija. Kami percaya pada kekuatan kolektif,” kata Mauricio Souza dalam konferensi pers jelang pertandingan.
BACA JUGA
Pelatih asal Brasil itu mengakui waktu persiapan tim terbilang singkat, mengingat jadwal padat di akhir tahun. Namun, ia menilai para pemain menunjukkan respons positif selama sesi latihan.
“Kami memang tidak punya banyak waktu untuk recovery, tapi tim sudah melakukan analisis lawan dan menunjukkan peningkatan. Jika ingin terus berada di papan atas, laga ini wajib dimaksimalkan,” ujarnya.
Mauricio juga berharap dukungan penuh Jakmania di Stadion GBK. “Kami membutuhkan energi dari suporter. Bermain di kandang harus menjadi kekuatan,” katanya.
Secara historis, pertemuan Persija dan Persijap terakhir kali terjadi pada 26 Mei 2014, juga di GBK. Saat itu, Persija keluar sebagai pemenang dengan skor 4-1.
Gelandang Persija, Hanif Sjahbandi, menegaskan kesiapan tim menghadapi Persijap meski persiapan dilakukan dalam waktu terbatas. Menurutnya, kemenangan pada laga sebelumnya menjadi modal penting, tetapi tidak boleh membuat tim lengah.
“Persiapan memang singkat, tapi kami memaksimalkan apa yang sudah diberikan pelatih. Kami ingin tampil lebih baik dibanding laga sebelumnya,” ujar Hanif.
Ia menambahkan bahwa Persija harus tetap fokus dan disiplin, mengingat lawan datang dengan motivasi tinggi untuk bangkit.
Persijap Datang dengan Tekad Bangkit
Di atas kertas, Persijap Jepara menghadapi tantangan berat. Laskar Kalinyamat saat ini masih tertahan di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-17, dengan koleksi sembilan poin dari 15 pertandingan. Mereka juga belum meraih kemenangan dalam 10 laga terakhir.
Namun, kondisi tersebut justru menjadi pemicu motivasi tim tamu. Pelatih Persijap, Divaldo Alves, menyebut laga melawan Persija sebagai momentum kebangkitan setelah kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya pada laga tunda pekan ke-8.
“Kami fokus memperbaiki aspek taktikal dan mental. Pemain menunjukkan semangat dan fighting spirit yang bagus dalam latihan,” kata pelatih asal Portugal tersebut.
Divaldo menekankan pentingnya menganggap setiap pertandingan sebagai laga final, terutama bagi Persijap yang masih berjuang keluar dari zona merah.
“Kami tahu Persija tim kuat, apalagi bermain di kandang. Tapi kami datang dengan semangat bertarung dan kebutuhan poin. Target kami jelas, membawa pulang hasil positif,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat tim di putaran kedua, Persijap juga mendatangkan gelandang bertahan asal Prancis, Aly Ndom. Pemain berusia 29 tahun itu bergabung secara bebas setelah kontraknya bersama Pacific FC berakhir pada akhir Desember 2025.
Aly Ndom dikenal sebagai gelandang bertahan dengan kemampuan membaca permainan yang baik serta disiplin dalam menjaga lini tengah. Pengalamannya bermain di Italia, Finlandia, dan Kanada diharapkan mampu memberi stabilitas tambahan bagi Persijap.
Presiden Persijap Jepara, M. Iqbal Hidayat, menyebut kehadiran Aly sebagai bagian penting dari rencana tim di paruh kedua musim.
“Kami berharap Aly bisa langsung memberi dampak positif dan membantu tim tampil lebih konsisten,” kata Iqbal.
Dengan ambisi berbeda di kedua kubu—Persija memburu papan atas dan Persijap berjuang keluar dari degradasi—laga di GBK diprediksi berlangsung ketat dan sarat kepentingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kadispenad Jelaskan Bentrokan TNI ADBrimob di Buton Selatan
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



