Juara Piala Dunia Ternyata Tak Bisa Membawa Pulang Trofi Asli
Juara Piala Dunia ternyata tidak bisa membawa pulang trofi asli. FIFA hanya memberikan replika resmi, sementara trofi asli tetap disimpan di Swiss.
Logo BRI Super League. - Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Pertandingan Persik Kediri kontra Bhayangkara Presisi Lampung akan digelar di Stadion Brawijaya dalam lanjutan pekan ke-22 Super League 2025/2026. Duel ini menjadi momentum penting bagi Macan Putih untuk membalas kekalahan 0-1 pada pertemuan pertama musim ini.
Persik menghadapi tantangan besar di sektor pertahanan. Hingga pekan ke-21, gawang tim asal Kediri itu telah kebobolan 35 gol, menjadikannya salah satu lini belakang paling rentan di kompetisi musim ini. Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah utama bagi pelatih Marcos Reina.
Seusai hasil imbang 2-2 melawan PSIM Jogja, Marcos Reina memberikan porsi latihan khusus untuk memperkuat organisasi pertahanan. Dalam laga tersebut, Persik sempat unggul dua kali, namun gagal mengamankan tiga poin akibat kelengahan pada menit-menit akhir.
Meski demikian, performa Persik pada putaran kedua menunjukkan tren membaik. Kemenangan atas Bali United dan Dewa United dengan skor identik 3-2 menjadi bukti bahwa lini serang Macan Putih memiliki daya gedor yang cukup tajam. Produktivitas tersebut diharapkan mampu mengimbangi celah di lini belakang saat menghadapi Bhayangkara.
Di kubu tamu, Bhayangkara Presisi Lampung datang dengan modal positif seusai menundukkan Persebaya Surabaya. Tim asuhan Paul Munster juga dikenal tangguh dalam laga tandang, termasuk ketika mencuri kemenangan di markas Malut United dan Persebaya.
Secara taktik, Bhayangkara mengandalkan kecepatan lini depan dan keseimbangan lini tengah, sementara Persik diprediksi bermain lebih agresif sejak awal untuk memanfaatkan dukungan publik Stadion Brawijaya.
Berikut perkiraan susunan pemain kedua tim:
Persik Kediri (4-4-2): Leo Navacchio; Henhen Herdiana, Kiko, Chechu Meneses, Alhamra Hehanusa; Imanol Garcia, Jon Toral, Syahrian Abimanyu, Telmo Castanheira; Rodrigo Dias, Jose Enrique.
Pelatih: Marcos Reina.
Bhayangkara Presisi (4-3-3): Aqil Savik; Alan Cardoso, Nehar Sadiki, Slavko Damjanovic, Putu Gede; Moises Gaucho, Sho Yamamoto, Cristian Ilic; Privat Mbarga, Dendi Sulistyawan, Stjepan Plazonja.
Pelatih: Paul Munster.
Dalam lima pertemuan terakhir, kedua tim saling mengalahkan. Bhayangkara sempat mencatat kemenangan besar 7-0 pada April 2024, namun Persik memiliki catatan kandang yang cukup solid saat bermain di Kediri.
Laga ini menjadi ujian konsistensi bagi Marcos Reina dalam membenahi pertahanan timnya. Apakah Persik mampu memaksimalkan momentum kandang untuk membalas kekalahan sebelumnya, atau Bhayangkara kembali menunjukkan efektivitas permainan tandangnya? Jawabannya akan ditentukan dalam duel 90 menit di Stadion Brawijaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Juara Piala Dunia ternyata tidak bisa membawa pulang trofi asli. FIFA hanya memberikan replika resmi, sementara trofi asli tetap disimpan di Swiss.
Target ekspor manufaktur 30 persen dinilai berat karena deindustrialisasi, tingginya biaya logistik, dan ketergantungan bahan baku impor.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Pengendara di Bantul mengeluh dan mulai mengurangi penggunaan kendaraan untuk menghemat biaya.
Formula Indonesia 2026 akan digelar di Sirkuit Mandalika pada Agustus dan Oktober untuk mencetak pembalap muda Indonesia menuju level internasional
FTB UAJY menerima 12 mahasiswa Eckerd College AS dalam Summer Course konservasi dan lingkungan yang mengangkat tema Nature and Cultural Visit.
Grand Zuri Malioboro Yogyakarta menggelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk memperingati Hari Donor Darah Sedunia 2026.