Kabar Baik! Pertamina Kembali Turunkan Harga Bright Gas, Ini Detailnya
Pertamina turunkan harga Bright Gas 14 Juli 2026: 12 kg jadi Rp220.000, 5,5 kg jadi Rp103.000. Berlaku di Jawa, harga lebih kompetitif & kualitas terjaga.
Dugaan insiden rasisme yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap bintang Real Madrid, Vinícius Júnior, dalam pertandingan 17 Februari 2026 lalu/ AFP
Harianjogja.com, JOGJA—Dunia sepak bola internasional bersiap menghadapi potensi perubahan regulasi setelah muncul wacana “Prestianni Law” yang diusulkan FIFA.
Bein Sport melaporkan, gagasan ini mencuat sebagai respons atas dugaan insiden rasisme yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap bintang Real Madrid, Vinícius Júnior, dalam pertandingan 17 Februari 2026 lalu.
Wacana Aturan Baru FIFA Prestianni Law tersebut mengatur kemungkinan pemberian sanksi tegas bagi pemain yang dengan sengaja menutup mulut menggunakan tangan atau kaus saat berbicara di lapangan. Tindakan itu dinilai dapat menjadi celah untuk menyembunyikan ucapan ofensif atau diskriminatif dari sorotan kamera maupun analisis gerak bibir.
Panel Suara Pemain FIFA disebut telah menyatakan dukungan terhadap gagasan tersebut guna meningkatkan transparansi di lapangan. Mantan bek internasional, Mikael Silvestre, menekankan pentingnya pedoman jelas bagi wasit agar memiliki dasar kuat dalam menindak perilaku diskriminatif yang berupaya disamarkan.
Saat ini, UEFA tengah melakukan investigasi atas insiden yang melibatkan Prestianni. Jika terbukti melanggar Pasal 14 regulasi disiplin terkait rasisme, pemain asal Argentina tersebut berpotensi menghadapi sanksi berat, termasuk larangan bertanding hingga 10 pertandingan.
Tuduhan terhadap Prestianni turut menyeret nama penyerang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappé, yang dikabarkan menjadi saksi atas dugaan ucapan tersebut. Meski demikian, pihak Benfica membantah keras tuduhan itu dan meminta publik menunggu hasil penyelidikan resmi.
FIFA memandang pengesahan aturan ini dapat menjadi preseden baru dalam komitmen global melawan diskriminasi di sepak bola. Dengan mendorong transparansi komunikasi di lapangan, proses investigasi kasus pelecehan verbal diharapkan tidak lagi terkendala minimnya bukti visual.
Meski demikian, usulan “Prestianni Law” masih dalam tahap pembahasan dan belum diterapkan secara resmi. Wacana ini pun memicu perdebatan mengenai batas privasi pemain serta urgensi penegakan disiplin anti-rasisme di era siaran digital beresolusi tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina turunkan harga Bright Gas 14 Juli 2026: 12 kg jadi Rp220.000, 5,5 kg jadi Rp103.000. Berlaku di Jawa, harga lebih kompetitif & kualitas terjaga.
Amri/Nita tersingkir di 32 besar Japan Open 2026 usai kalah 18-21, 21-23 dari unggulan Prancis. Kesalahan sendiri & ketidaktenangan jadi penyebab kekalahan.
Mbappe gagal tambah gol di semifinal, rating 5,8 & akui kelemahan Prancis lawan Spanyol. Posisi top skor terancam Messi. Prancis kalah 0-2.
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$444,4 miliar atau Rp7.946,6 triliun per Mei 2026. Rasio terhadap PDB tercatat 29,9 persen dan ma
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Kontroversi halftime show final Piala Dunia 2026! Jeda 20-30 menit, melanggar aturan IFAB. BTS, Shakira, Madonna tampil gratis demi amal. Simak selengkapnya.