Advertisement
Van Gastel: Persija, Persib, dan Borneo Lawan Terberat PSIM Jogja
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel. - Harian Jogja - Ariq Fajar
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel menilai Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Borneo FC sebagai lawan paling sulit sepanjang paruh musim Super League 2025/2026.
Penilaian tersebut didasarkan pada pengalaman bertanding di lapangan serta posisi ketiga tim yang mendominasi papan atas klasemen. Persib Bandung saat ini memimpin sebagai juara paruh musim dengan 38 poin, disusul Borneo FC (37 poin), dan Persija Jakarta di peringkat ketiga (35 poin).
Advertisement
“Saya pikir Persija Jakarta sangat bagus, sangat sulit menghadapi mereka. Kemudian Persib Bandung, mereka banyak berubah dengan menambahkan beberapa pemain,” ujar Van Gastel, Selasa (13/1/2026).
“Borneo juga sekarang sangat efektif. Jika melihat klasemen, maka Bandung, Jakarta, dan Borneo adalah tim paling berkualitas di liga,” sambungnya.
BACA JUGA
Statistik PSIM Jogja di Paruh Musim
PSIM Jogja sendiri mengakhiri putaran pertama di posisi keenam klasemen dengan koleksi 30 poin dari 17 pertandingan. Laskar Mataram mencatatkan rekor delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kali menelan kekalahan.
Menariknya, dua dari tiga kekalahan tersebut diderita saat melakoni laga tandang, yakni saat dibungkam Persita Tangerang dengan skor telak 4-0 dan kalah 2-0 dari Persija Jakarta. Sementara itu, satu-satunya kekalahan kandang terjadi saat menjamu Borneo FC dengan skor 1-3.
Adapun saat berhadapan dengan sang juara paruh musim, Persib Bandung, Laskar Mataram berhasil menahan imbang Maung Bandung dengan skor 1-1 di hadapan publik sendiri.
Ze Valente: Lini Tengah Borneo FC Paling Merepotkan
Pandangan serupa disampaikan oleh playmaker andalan PSIM, Ze Valente. Secara personal, pemain asal Portugal ini menilai Borneo FC sebagai lawan terberat yang ia hadapi musim ini, terutama dalam duel di sektor tengah.
“Bagi saya pribadi, lawan terberat adalah Borneo. Itu adalah pertandingan yang sangat sulit bagi saya. Mereka punya pemain-pemain bagus di lini tengah, posisi saya,” ungkap Ze Valente.
Selain kualitas tim lawan, Ze Valente menilai regulasi penambahan kuota pemain asing di Super League musim ini sukses mendongkrak level kompetisi di Indonesia.
“Sekarang dengan lebih banyak pemain asing di liga, tentu saja kita tahu levelnya menjadi lebih tinggi. Bagi saya ini bagus, ini adalah tantangan dan saya suka tantangan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Abrasi hingga Lahan Jadi Alasan Kampung Nelayan di Kulonprogo Ditolak
- Jejak Diduga Macan Gegerkan Semanu, Muncul 2 Kali dalam 10 Hari
- Titik Terang Relokasi SDN Nglarang, Bangunan Baru Segera Dibangun
- Jembatan Sentolo-Nanggulan Ambles, Pemkab Bangun Jembatan Darurat
- Progres Program Prabowo di Gunungkidul, Sekolah Rakyat Terkendala
Advertisement
Advertisement





