Advertisement

Samuel Eto'o Dilarang Masuk Stadion di Piala Afrika 2025

Jumali
Kamis, 15 Januari 2026 - 17:47 WIB
Jumali
Samuel Eto'o Dilarang Masuk Stadion di Piala Afrika 2025 Samuel Eto'o - Instagram

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menjatuhkan sanksi berat kepada Samuel Eto’o dengan melarangnya masuk stadion selama Piala Afrika 2025 usai insiden laga Kamerun vs Maroko.

Dewan Disiplin CAF menyatakan bahwa Eto’o terbukti melakukan tindakan tidak sportif dalam laga yang digelar di Rabat pada 9 Januari 2026. Mantan bintang Barcelona dan Inter Milan tersebut dinilai melanggar prinsip sportivitas yang diatur dalam Pasal 2 ayat (3) Statuta CAF serta Pasal 82 Kode Disiplin CAF.

Advertisement

Meski CAF tidak merinci detail insiden secara tertulis, perhatian publik tertuju pada perilaku Eto’o yang terekam melakukan gestur kemarahan terhadap Presiden Federasi Sepak Bola Maroko, Fouzi Lekjaa, saat pertandingan berlangsung.

Kamerun sendiri akhirnya takluk dari tuan rumah Maroko dengan skor 0-2. Ironisnya, insiden tersebut dilaporkan terjadi tepat di depan mata Presiden CAF, Patrice Motsepe, yang saat itu duduk berdekatan dengan kedua petinggi federasi tersebut.

Atas pelanggaran tersebut, Dewan Disiplin CAF menetapkan dua hukuman utama bagi Samuel Eto’o:

  • Larangan Masuk Stadion: Berlaku untuk empat pertandingan resmi CAF berikutnya selama sisa gelaran Piala Afrika 2025.
  • Denda Administratif: Kewajiban membayar denda sebesar US$20.000 (sekitar Rp312 juta).

Dikutip dari laman resmi CAF pada Kamis (15/1/2026), sanksi tegas ini dimaksudkan sebagai peringatan mengenai pentingnya menjaga etika dan sportivitas bagi setiap pejabat sepak bola di benua Afrika.

Respons Federasi Sepak Bola Kamerun (FECAFOOT)

Menanggapi putusan tersebut, FECAFOOT menyatakan dukungan penuh kepada Samuel Eto’o. Pihak federasi menegaskan tetap berkomitmen pada prinsip keadilan disipliner, meski hingga saat ini belum diputuskan apakah mereka akan mengajukan banding atas sanksi tersebut.

Langkah CAF ini menjadi preseden penting dalam penegakan integritas di turnamen sepak bola terbesar di Afrika, mengingat status Eto'o sebagai legenda sepak bola dunia sekaligus pejabat tinggi federasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gajah Liar Mengamuk di India, 20 Orang Tewas

Gajah Liar Mengamuk di India, 20 Orang Tewas

News
| Kamis, 15 Januari 2026, 18:37 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement