Patroli Long Weekend di Jogja, Polisi Tertibkan Parkir Liar
Polresta Jogja dan Dishub menertibkan parkir liar serta menegur 48 pelanggar lalu lintas saat patroli long weekend di kawasan Malioboro dan jalur protokol.
Foto ilustrasi sepak bola. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinamika transisi sepak bola nasional membuat pengelola pertandingan kian berhati-hati dalam menjaga atmosfer laga tetap aman. Dalam konteks itu, duel PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (25/1/2026), dipastikan berlangsung tanpa kehadiran pendukung tim tamu.
Keputusan tersebut lahir dari rapat koordinasi antara Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja, manajemen tim, kepolisian, serta perwakilan suporter kedua klub. Meski relasi antarpendukung PSIM dan Persebaya selama ini terjalin baik, seluruh pihak sepakat mengedepankan regulasi kompetisi dan aspek keamanan wilayah.
“Manajemen, panpel, beserta pihak kepolisian menghormati dan masih menjunjung tinggi regulasi yang berlaku,” ujar Ketua Panpel PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji, Senin (19/1/2026).
Wendy menjelaskan, selain aturan liga, keterbatasan kapasitas Stadion Sultan Agung juga menjadi pertimbangan utama sehingga panpel belum dapat memfasilitasi kehadiran suporter Persebaya.
“Kami mohon maaf belum bisa menjadi tuan rumah yang baik karena kapasitas Stadion Sultan Agung sangat terbatas,” katanya.
Pertimbangan lain datang dari aspek sosial dan keamanan. PSIM Jogja yang berstatus tim musafir di Bantul tetap berkewajiban menghormati pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat sekitar stadion.
“Karena kita bermain di Bantul dan posisinya juga sebagai tamu, kita wajib menghormati tuan rumah, yakni Pemerintah Kabupaten Bantul, Kapolres Bantul, serta warga sekitar stadion yang selama ini komunikasinya berjalan baik,” ujarnya.
Wendy menambahkan, pengalaman insiden pertandingan di Bantul pada masa lalu masih menjadi catatan penting bagi kepolisian. Atas dasar itu, Polres Bantul meminta manajemen dan panpel aktif menyosialisasikan imbauan agar suporter tim tamu tidak datang ke Jogja guna menghindari potensi gangguan keamanan maupun sanksi disiplin.
Di sisi lain, dua kelompok suporter PSIM Jogja, Brajamusti dan The Maident, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Keduanya berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif meski memiliki hubungan baik dengan Bonek, Green Nord, dan elemen suporter Persebaya lainnya.
“Mereka tetap menjaga silaturahmi yang baik dengan teman-teman dari Surabaya dan menghormati keputusan hasil koordinasi yang sudah disepakati, yaitu tetap menjunjung regulasi sesuai arahan Kapolres,” pungkas Wendy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Jogja dan Dishub menertibkan parkir liar serta menegur 48 pelanggar lalu lintas saat patroli long weekend di kawasan Malioboro dan jalur protokol.
Jadwal KRL Jogja-Solo 6 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, solusi transportasi cepat dan hemat.
BPOM pantau 263 ribu tautan kosmetik ilegal. Ribuan produk di-blacklist, mayoritas berasal dari luar negeri.
Delapan dapur MBG di Solo dihentikan sementara karena IPAL belum sesuai standar. Pemkot pastikan layanan tetap berjalan.
Kemenpar ungkap kota favorit turis asing di Indonesia. Dari Jakarta hingga Bromo, tren wisata 2026 terus meningkat.
Bocah 11 tahun di Sragen ditemukan tewas dengan luka parang. Polisi selidiki dugaan pembunuhan di Jenar.